Naskah Cianjur: Mushaf Al-Qur’an – koleksi Ust. Jejen

Cianjur sebagai salah satu sumber tempat penyebaran Islam di Tatar Sunda memiliki cukup banyak naskah pesantren yag disimpan baik di pesantren maupun perorangan. Pada minggu lalu (3/12/13) saya berkesempatan memotret dua naskah pesantren koleksi pribadi ustad Jejen di daerah Bypass Jl. Dr. Muwardi Cianjur. Informasi keberadaan naskah tersebut didapat dari kawan saya, Andri Sukma. Naskah yang ia miliki adalah mushaf Al-Qur’an dan Juzz Amma yang ditulis tangan. Terlebih dahulu saya deskripsikan naskah mushaf Al-Qur’an:

CIMG0108

Naskah ini adalah mushaf Al-Qur’an bahasa Arab yang ditulis tangan di atas kertas (kertas cetakan). Tinta yang digunakan berwarna hitam dan merah. Tidak ada penomoran halaman (paginasi), halaman berjumlah lebih dari 200. Ukuran naskah 17 x 20,5 cm dengan margin bawah 3cm, atas 2,5 cm, luar 2 cm dan margin dalam 2 cm.

Di bagian akhir terdapat kolofon yang ditulis dengan huruf pegon dan menggunakan bahasa Jawa (Cirebon?).

Kolofon:
Panéling kang duwé tulis quran punika aran kiyahi
abas kang anak kiyahi imam fakih ing pasantrén kadu bengkung
Tamat ing dinten saptu waktu duhur wulan siam tanggal 13(?) tahun jim
Hajat nabi 1282(?)
péling kawula arep amathuraken bab tulis kawula bogana kurang aksarané
atawa leuwih poma buwangeun(?) lamun kurang wuwuheuna lan malih babarisannana bogana kurang
boga leuwih bogana leuwih lawan kurang wuwuheuna lamun leuwih buwangeuna ….

Kolofon

Kolofon

Kondisi naskah ini tidak terawat, bagian halaman-halaman terluar rusak parah. Bagian halaman yang rusak karena tidak terlindung oleh kertas jilid. Hal ini karena naskah terbagi menjadi dua bagian yang terpisah. Jilid terluar menggunakan kertas yang lebih tebal. Bagian dalam memiliki kondisi yang lebih baik, tetapi warna bagian pinggirnya tampak berubah akibat kelembaban tinggi.

Kondisi naskah rusak cukup parah

Kondisi naskah rusak cukup parah

Halaman yang menempel dengan jilid memiliki bagian yang ditulis terbalik 180 derajat arah tulisan. Ditulis dengan huruf pegon tanpa penanda vokal. Isi teks pada bagian tersebut belum teridentifikasi. Mushaf ini kini tak lagi digunakan dan hanya disimpan sebagai koleksi oleh pemiliknya bersama dengan satu naskah lain yaitu Juzz Amma.

Tinggalkan Komentar

Ikuti dan bagikan:
0
Updated: 8 Desember 2013 — 07:04

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kairaga.com © 2017
Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com