Workshop Bahasa Jawa Kuno, Day 2

Day 2
15 Juni 2014

Kelas dimulai puku 07.30 dengan membahas chapter 3 dan chapter 4. Topik yang disajikan di chapter 3 berupa verba a-/ma- dengan nasalisasi disertai contoh kalimat subordinat tanpa konjungsi. Sedangkan pada chapter 4 disajikan materi verba –um-, kata ganti orang (personal pronoun), disertai dengan contoh kalimat majemuk. Setelah dibahas kemudian diakhiri dengan pemberian latihan untuk menerjemahkan beberapa kalimat ke dalam bahasa Inggris. Kelas berakhir pukul 10.30 kemudian dilanjutkan setelah makan siang hingga pukul 13.30 dengan membahas tugas yang telah diberikan sebelumnya.

Setelah kelas berakhir lalu dilanjutkan dengan hiking ke kaki gunung Penanggungan, atau dalam teks sastra sering disebut sebagai Gunung Mahapawitra, untuk mengunjungi candi Selo Kelir. Candi ini berupa teras dengan lima tahap, berbahan dasar balok-balok batu berukir. Kondisinya cukup terawat, tetapi belum dipugar dengan seksama. Hal ini terlihat dari susunan panel relief yang tidak tersusun. Arah muka candi menghadap ke selatan tepat berhadapan dengan gunung Welirang.

Perjalan menuju candi Welirang cukup mudah karena telah tersedia jalur yang biasa dilalui pengunjung. Meski begitu medan lintasan pendakian cukup menantang. Melewati semak belukar, lembah dan lereng yang bersebelahan dengan jurang yang dalam. Udara yang segar semakin terasa ketika mencapai bagian punggung bukit yang lebih tinggi. Cuaca sangat mendukung perjalan kami. Matahari tampak bersahabat dengan sinar senja dari arah barat. Menjelang sore kami kembali dengan rute yang sama seperti saat kami naik. Sampai di cottage sekitar pukul 18.00. Perjalan cukup membuat betis pegal. Sepertinya enak banget kalau dipijit sama tukang urut :p. Sayangnya gak ada tukang urut (gratisian) di penginapan. Hehe.

Seperti biasa setelah makan malam dilanjutkan dengan berbagi pengalaman berupa presentasi dari peserta luar negeri. Kali ini Dr. Amandine Lepoutre dari Perancis yang berbagi pengalaman. Ia membahas disertasinya tentang Campā (present Vietnam) and Cam sources for the study of ancient and modern history. Pemaparannya sangat menarik. Beberapa kata dalam kalimat bahasa Campa kuna ternyata memiliki kemiripan dengan bahasa kuna lainnya di Indonesia. Diantaranya bahasa Jawa kuna dan bahasa Jawa kuna. Dalam transliterasi yang ditampilkan terdapat kata humā yang berarti ‘sawah’. Kata tersebut memiliki arti yang hampir sama dengan kata huma dalam bahasa Sunda kuna (dan modern) yang berarti ‘ladang padi (darat)’. Pengucapan angka dalam bahasa Cam kuno juga ternyata sangat mirip dengan bahasa Sunda. Dalam contoh ditampilkan angka 110 yang dibaca saratus sapuluh, juga angka 158 yang dibaca saratus lima puluh dalapan.

Tinggalkan Komentar

Ikuti dan bagikan:
0
Updated: 17 Juni 2014 — 06:43

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kairaga.com © 2017
Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com