Kategori: Ulasan Buku – ᮅᮜᮞᮔ᮪ ᮘᮥᮊᮥ

Pengantar Filologi Jawa

Halaman muka, foto: dok.pribadi

Judul : Pengantar Filologi Jawa
Penulis : Karsono H. Saputra
Penerbit : Wedatama Widyasastra, Jakarta
Tahun terbit : 2008
ISBN : 978-979-3258-79-9

Buku Pengantar Filologi Jawa pada awalnya disusun oleh Karsono H. Saputra sebagai bahan ajar mata kuliah Pengantar Filologi Umum di Program Studi Jawa Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI). Namun kemudian diterbitkan secara luas, tidak hanya untuk di lingkungan FIB UI saja. Buku ini membahas teori-teori mendasar mengenai filologi di Indonesia, terutama filologi Jawa. Terdiri dari tiga bab yaitu bab 1: Pendahuluan; bab 2: Produksi dan Reproduksi; dan bab 3 Penggarapan Naskah. Sebagi tambahan, buku ini disertai dengan beberapa ilistrasi gambar dan foto tampilan naskah. Pada bagian akhir terdapat indeks kata yang cukup memudahkan dalam pencarian kata-kata tertentu yang terdapat dalam pembahasan.

Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Jumantara Edisi Perdana Vol. 1 No. 1 Tahun 2010

kairaga.com — Jumantara adalah akronim dari Jurnal Manuskrip Nusantara yang secara harfiah berarti ‘angkasa’. Jumantara merupakan jurnal manuskrip pertama yang diterbitkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, dengan harapan melalui jurnal ini kekayaan kandungan nformasi yang terdapat di dalam manuskrip nusantara dapat digali, dikaji, dimaknai dan disebarluaskan untuk dapat diterapkan dalam kehidupan keseharian guna membangun jati dirinya.

Kumpulan tulisan pada edisi perdana ini cukup beragam, dengan satu perhatian yang sama, naskah. Sembilan judul tulisan dimuat dalam edisi ini, yaitu:

Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Citarum Dalam Perspektif Sejarah

Oleh: A. Sobana Hardjasaputra

Universitas Padjadjaran
Fakultas Sastra
Jurusan Ilmu Sejarah
2007

Citarum Purba dan Asal Usulnya
Citarum adalah sungai terbesar dan terpanjang di daerah Jawa Barat (± 225 kilometer). Berhulu di Cisanti, lereng Gunung Wayang – salah satu anak Gunung Malabar – daerah Bandung Selatan. Alur sungai melalui cekungan Bandung ke arah utara, melewati daerah kabupaten-kabupaten Cianjur, Purwakarta dan Karawang, bermuara di Laut Jawa, tepatnya di daerah Ujung Karawang.

Secara etimologis, nama Citarum berasal dari dua kata, yaitu ci dan tarum. Ci atau cai berarti air. Tarum yang disebut juga nila adalah jenis tanaman. Dulu tanaman itu biasa dijadikan bahan celup (pewarna ungu/violet) untuk warna dasar kain. Ada pendapat bahwa nama Citarum berkaitan dengan nama kerajaan tertua di Jawa Barat, yaitu Tarumanagara.

Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Naskah, Sejarah Kuna, dan Arkeologi di Tatar Sunda

Oleh Agus Aris Munandar
Departemen Arkeologi
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya
Universitas Indonesia

I

Kajian terhadap naskah kuna yang berasal dari Tatar Sunda hingga sekarang ini tetap berlangsung, jumlah temuan naskah yang berhasil didata dari tahun ke tahun terus bertambah hingga sekarang. Telaah terhadap sejumlah naskah kuna dari Tatar Sunda juga telah banyak dilakukan, baik oleh kalangan ahli dalam negeri atau pun juga ahli-ahli asing. Walaupun demikian tetap dirasakan bahwa kajian terhadap naskah-naskah Tatar Sunda tersebut harus lebih ditingkatkan lagi, sebelum warisan karuhun tersebut hancur dimakan usia.

Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0
Kairaga.com © 2017
Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com