Category: Ulasan Naskah – ᮅᮜᮞᮔ᮪ ᮔᮞ᮪᮪ᮊᮂ

Naskah Babad Sumedang

IMG_20140425_092742

kang Entoh dan Yogi mengamati naskah Babad Sumedang

Kegiatan perkuliahan di Prodi Pendidikan Bahasa dan Budaya Sunda, Sekolah Pascasarjana UPI kemarin (24/4/14) mendapat suasana baru saat salah satu mahasiswa, kang Entoh Toharudin membawa sebuah naskah Sunda beraksara pégon. Téksnya berbentuk puisi pupuh. Teks semacam ini dalam khasanah naskah Sunda sering disebut téks wawacan. Naskah tersebut berisi téks Babad Sumedang yang ditulis pada kertas bergaris sebanyak 201 halaman. Ukuran kertasnya 21,5 x 17,5 cm. Sedangkan ukuran ruang tulis 18 x 14 cm dengan margin atas: 1,7 cm, kiri: 1 cm, kanan: 1 cm, bawah: 2 cm. Naskah ini merupakan milik Yeti Hadiati S,S dari Ciamis yang berasal dari seorang paraji (bidan kampung). Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Naskah Cianjur: Kitab Juz Amma milik Ust. Jejen

Selain mushaf Al-Qur’an yang ditulis tangan, Ustad Jejen juga memiliki dua naskah lain yang masih menggunakan tulisan tangan. Isinya berupa surat-surat pendek pada Al-Qur’an. Karena naskah-naskah ini masih merupakan bagian dari susunan Al-Qur’an maka aksara dan bahasa yang digunakan adalah Arab. Untuk sementara kedua naskah disebut “kitab Juz Amma”. Naskah ini belum sempat diidentifikasi lebih lanjut isinya, tetapi baru dalam tahap identifikasi fisik saja. Bila ada yang berminat untuk meneliti lebih lanjut isi naskah ini, silahkan hubungi saya. Berikut ini hasil identifikasi saya terhadap naskah Juzz Amma tersebut. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Naskah Cianjur: Mushaf Al-Qur’an – koleksi Ust. Jejen

Cianjur sebagai salah satu sumber tempat penyebaran Islam di Tatar Sunda memiliki cukup banyak naskah pesantren yag disimpan baik di pesantren maupun perorangan. Pada minggu lalu (3/12/13) saya berkesempatan memotret dua naskah pesantren koleksi pribadi ustad Jejen di daerah Bypass Jl. Dr. Muwardi Cianjur. Informasi keberadaan naskah tersebut didapat dari kawan saya, Andri Sukma. Naskah yang ia miliki adalah mushaf Al-Qur’an dan Juzz Amma yang ditulis tangan. Terlebih dahulu saya deskripsikan naskah mushaf Al-Qur’an: Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Naskah Lontar Sunda Kuna Sanghyang Siksa Kandang
Karesian (624): sebuah anomali pada pernaskahan
Sunda kuna

Ilham Nurwansah1
dalam Jumantara Vol. 4 No. 1 (2013) hlm.151-164
file pdf dapat diunduh dari http://www.pnri.go.id/MajalahOnline.aspx

Abstrak

Peneltian terhadap naskah Sunda kuna (NSK) yang belum menyeluruh menimbulkan beberapa anggapan yang cenderung bersifat sementara. Seperti halnya anggapan Atja dan Danasasmita terhadap sebuah naskah berjudul Sanghyang Siksakandang Karesian (kropak 630). Naskah tersebut pada mulanya dianggap tunggal (codex uniqum), namun pada penelitian mutakhir ternyata ditemukan naskah dengan isi teks yang sama pada kropak 624. Naskah ‘kedua’ ini memiliki keunikan karena menggunakan alas tulis dan aksara yang berbeda dari naskah pertama. Naskah kropak 630 ditulis dengan aksara Buda/Gunung menggunakan tinta, pada bahan nipah. Sedangkan naskah kropak 624 ditulis dengan aksara Sunda kuna menggunakan péso pangot (pengutik), pada bahan lontar. Adapun bahasa yang digunakan pada kedua naskah tersebut sama, yaitu bahasa Sunda kuna. Hal ini merupakan anomali dalam pernaskahan Sunda kuna. Tulisan ini berupaya mengupas naskah kropak 624 berdasarkan metode filologis, sehingga dapat terlihat persamaan maupun perbedaan kandungan teksnya dengan kropak 630. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Carita Parahyangan Sargah 1

DSC03481Judul : Carita Parahyangan Sargah 1
Penyimpan : Museum Negeri Sri Baduga, Bandung
Kode inv. : 07.99
Asal : Cirebon
Bahan : Daluang
Aksara : Cacarakan
Bahasa : Jawa Cirebon
Jml. Halaman : 138

Deskripsi Naskah
Keadaan naskah cukup baik, utuh, masih lengkap, dan masih dapat dibaca. Naskah ini berukuran 26,1 x 36,9 cm dengan ukuran ruang tulias 21,6 x 30 cm, jumlah baris per halaman 21 baris dengan jarak antarbaris 0,7 cm. Naskah ini teksnya berbentuk prosa, ditulis menggunakan tinta berwarna hitam, terdapat penomoran pada pias atas tengah. Naskah ini dikarang atau disusun oleh Pangeran Wangsakerta di Keraton Cirebon pada tanggal 9 Desember 1677 Masehi, berasal dari Cirebon. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Pustaka Dwipantaraparwa Sargah 3

Judul: Pustaka Dwipantaraparwa Sargah 3
Penyimpan: Museum Sri Baduga
No. inv: 07.94
Bahan: kertas daluang
Aksara: Cacarakan
Bahasa: Jawa Cirebon
Jml. halaman: 112

Deskripsi Naskah
Keadaan naskah cukup baik, utuh, masuh lengkap, dan masih dapat dibaca. Naskah ini berukuran 26,9 x 36 cm dengan ukuran ruang tulisan 21,5 x 30 cm, jumlah baris per halaman 21 baris dengan jarak antarbaris 0,7 cm. Naskah ini teksnya berbentuk prosa, ditulis menggunakan tinta berwarna hitam, terdapat penomoran pada pias atas tengah. Naskah ini dikarang atau disusun oleh Pangeran Wangsakerta di Keraton Cirebon pada tahun 1596 Saka (1674 Masehi) berasal dari Cirebon. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0
Kairaga.com © 2017
Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com