Tag: aksara sunda baku

Berbagai Masalah pada Font Sunda

Oleh E. Mulyadi

Masalah-masalah yang ditemukan pada font Sunda semestinya diperbaiki oleh para programer aksara Sunda. Karena bila terus dibiarkan akan membingungkan para penggunanya. Tidak sedikit juga yang saling berselisih paham. Padahal masalahnya bukan salah pada orang yang mengetikkannya, tetapi pada font yang dipakainya.

Masalah-masalah yang telah ditemukan di antaranya:

  1. Font Sunda belum seragam cara pengetikannya, terutama dalam mengetikkan tanda panéléng. Panéléng ada yang secara otomatis berpindah ke depan aksara dasar, ada juga yang harus diketikkan secara manual (harus mengetik panéléng dulu baru aksara dasar). Contoh: Bila si A mengetik dengan menggunakan font Sundanese Unicode sedangkan si B menggunakan font Sunda Prada, ketika Si A mengetik status Facebook atau mengirim pesa ke Si B, sebagian tanda vokalisasi ada yang belum tampil secara sempurna.
  2. Cara mengetik panéléng pada aplikasi Office dengan di aplikasi internet tidak seragam satu sama lain. Yang menjadi masalah ketika tulisan yang diketik pada MS Office, disalin-tempel ke lama Facebook atau sebaliknya, maka tidak sedikit yang berantakan posisi vokalisasinya.
  3. Masih ada rarangkén (vokalisasi) rangkap yang bertumpuk, hal ini menyulitkan pembacaannya, terutama bagi pembelajar pemula.
  4. Ketika komputer A dipasangi font Sundanese Unicode sedangkan komputer B dipasang font Sunda Prada atau font yang lainnya, kemudian pengguna komputer A ingin mencetak di komputer B, maka ketika dicetak hasilnya menjadi berantakan, sebab cara mengetik pada font Sundanese Unicode dengan Sunda Prada atau font lainnya tidak sama. (admin: baca tips mencetak aksara Sunda)
  5. Masih ada tampilan yang kacau, seperti mengetik tanda panéléng pada font Sundanese Unicode v. 2, bila mengetik panéléng pada aplikasi internet, misalnya pada kata hésébéléké. (admin: baca ulasannya di sini)
  6. Khusus untuk tanda vokalisasi panéléng, sebaiknya menggunakan sistem perpindahan otomatis terhadap aksara dasar, seperti halnya font Sundanese Unicode v. 2 (edisi revisi).

Masalah-masalah yang dikemukakan di atas barulah sebagian saja. Bila ada kesempatan akan saya sambung kembali. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kemajuan font aksara Sunda. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Aksara Sunda dalam Gaya Kaligrafi

oleh Ilham Nurwansah
(diterjemahkan dari Aksara Sunda dina Wanda Kaligrafi, dimuat di majalah Manglé No. 2550)

Kairaga.com — KALIGRAFI atau seni mereka tulisan indah telah biasa digunakan dalam huruf Arab atau huruf Latin. Khususnya pada tulisan formal. Perkembangan kaligrafi untuk kedua aksara tersebut terhitung telah cukup lama. Tetapi untuk aksara Sunda, kelihatannya belum begitu berkembang dalam gaya kaligrafi. Di masyarakat sekarang, aksara Sunda tampaknya baru digunakan untuk menulis biasa atau standar persis seperti bentuk dasarnya. Biarlah saja untuk sementara ini, sebab pengembangan gaya kaligrafi memerlukan waktu. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Font Aksara Sunda: Kalakay.ttf

Kairaga.com –   Setelah beberapa lama belum mengeluarkan font, kali ini Kairaga.com dengan senang hati menghadirkan satu buah font Sunda dengan gaya baru, dengan nama font Kalakay.ttf. Sesuai dengan namanya, “Kalakay” dalam bahasa sunda berarti ‘ranting’, font ini dibuat dengan bentuk menyerupai ranting.

Seluruh karakter

Contoh penggunaan

Untuk mendapatkan font Kalakay silakan unduh pada tautan di bawah ini. Klik Like atau Twitt untuk membuka tautan unduhan.

Font Kalakay masih menggunakan blok Unicode Latin (ANSI), sehingga tidak memerlukan driver keyboard aksara Sunda Unicode. Sistem pemrogaman menggunakan fitur standar, tanpa kerning dan perpindahan posisi rarangkén otomatis. Dengan demikian tanda panéléng harus diketik manual, sebelum aksara ngalagena. Posisi rarangkén yang berada di atas atau di bawah masih belum tepat di tengah. Untuk kritik dan saran pengembangan font ini, silakan kirim pesan melalui email info@kairaga.com atau dapat dituliskan di kotak komentar. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Aksara Sunda

Kairaga.com — Buku berjudul Aksara Sunda ini disusun oleh Tedi permadi, Edi S. Ekadjati, Undang A. Darsa dan Idin Baidillah, terbit oleh Penerbit Yayasan Galura pertama kali tahun 1999, dengan cetakan ketiga pada tahun 2000.

Di dalamnya terdapat penjelasan mendasar mengapa aksara Sunda perlu distandardisasi dan dibakukan. Wujud aksara Sunda baku dengan berpatokan pada aksara Sunda kuna dijelaskan dengan cara penulisan garis setiap aksara, penggunaan rarangken dan vokalisasi, serta penerapannya pada kalimat. Selain itu, disajikan pula lembar-lembar latihan untuk menulis Aksara Sunda baku Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Cara Menulis (mengetik) Aksara Sunda yang Benar

Setelah sebelumnya saya menulis artikel tentang cara menulis (mengetik) aksara Sunda yang salah, kali ini saya akan membahas cara menulis aksara Sunda yang benar. Cara menulis yang dimaksud di sini adalah proses mengetik dengan menggunakan keyboard komputer QWERTY. Artikel ini dibuat dengan harapan agar dapat meminimalisasi kesalahan pengetikan aksara Sunda pada komputer. Terutama bagi orang awam yang belum mengetahui sistem penulisan aksara Sunda dan cara pengetikannya di komputer.

Sistem operasi yang digunakan untuk mengetik aksara Sunda pada umumnya adalah Windows. Tetapi sistem operasi lainnya seperti Linux dan Macintosh juga dapat diterapkan cara pengetikan aksara Sunda seperti pada Windows. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Cara Menulis (mengetik) Aksara Sunda yang Salah

Photo0053

Aksara Sunda sudah disosialisasikan ke masyarakat secara luas. Namun demikian, masih ditemukan berbagai permasalahan tentang cara penulisan aksara Sunda yang benar. Permasalah ini terutama terdapat pada pemahaman mengenai nilai bunyi aksara Sunda dan cara pengetikan aksara Sunda di komputer.

Berbeda dengan aksara Latin yang menggunakan sistem “grafemik”, yaitu satu huruf mewakili satu suara (fonem), aksara Sunda menggunakan “silabik”. Silabik yaitu sistem satu huruf yang memiliki nilai satu suku kata.  Dengan demikian akan terjadi perbedaan dalam cara penulisan aksara Latin dengan aksara Sunda terutama pada komputer. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0
Kairaga.com © 2017
Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com