Tag: PNRI

Aditia Gunawan

aditia gunawan

(dok. Facebook Aditia Gunawan)

Kairaga.com — Aditia Gunawan adalah filolog, kurator naskah Sunda di Perpustakaan Nasional RI. Lahir di Cianjur, 4 Juli 1983. Menempuh pendidikan sarjana di Universitas Pendidikan Indonesia Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah (Sunda). Tinggal di Cilodong, Depok. Menulis beberapa artikel tentang naskah Sunda kuna, baik dalam bahasa Sunda maupun dalam bahasa Indonesia. Pernah mengisi rubrik “Peperenian” dalam majalah Sunda Cupumanik. Selain menulis artikel, juga menulis cerpen berbahasa Sunda dan dimuat dalam antologi “Lir Cahya nu Nyorot Eunteung” (2007). Bukunya yang telah terbit adalah Sanghyang Sasana Maha Guru dan Kala Purbaka (Suntingan dan Terjemahan) (2009). Dapat dihubungi melalui email rotan_jr@yahoo.com atau http://naskah-sunda.blogspot.com Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Pangan dalam Naskah Kuna Nusantara

Tahun ini Perpustakaan Nasional RI kembali mengadakan kegiatan seminar naskah kuna nusantara. Tema yang diusung dalam seminar kali ini yaitu Pangan dalam Naskah Kuna Nusantara, dengan bertempat di Auditorium Perpustakaan Nasional RI. Kegiatan seminar yang dilaksanakan selama dua hari dari tanggal 18-19 ini menampilkan 13 orang pemateri yang dibagi ke dalam empat sesi seminar dalam dua hari.

Peserta yang hadir merupakan undangan terbuka untuk umum, terutama para mahasiswa, dosen, dan peneliti dalam bidang kajian Filologi dan pernaskahan Nusantara. Saya mendapatkan undangan untuk menghadiri seminar tersebut dan menjadi kesempatan yang baik untuk lebih mendapatkan pengalaman dalam bidang ini. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Tiga Pesona Sunda Kuna

Judul : Tiga Pesona Sunda Kuna
Penulis : J. Noorduyn & A. Teeuw
Penerbit: Pustaka Jaya, Jakarta
Tahun terbit : 2006
ISBN : 9789794193563

Kairaga.com — Tertuang dalam naskah-naskah daun yang titimangsanya tidak diketahui, teks-teks Sunda Kuna pada umumnya berada dalam kondisi mengkhawatirkan dan tak tersentuh oleh khalayak yang lebih luas. Jumlah teks Sunda Kuna itu terbatas, dan pengetahuan mengenai bahasa itu pun terbatas. Dengan menyajikan tiga puisi panjang Sunda Kuna, Noorduyn dan Teeuw, melalui telaah berbahasa Inggris atas sastera Sunda Kuna yang sejauh ini tiada bandingannya, berhasil menunjukkan karya-karya penting bagi penelitian bahasa, sastera, dan sejarah lebih lanjut. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Sanghyang Siksa Kandang Karesian II

Selama ini ada anggapan, kalau naskah Sanghyang Siksa Kandang karesian itu naskahnya uniqum alias hanya satu-satunya. Rupanya tidak demikian, terdapat salinan Sanghyang Siksa Kandang Karesian yang lain. Jika SSKK yang telah diketahui bersama ditulis di atas daun nipah. SSKK yang ini ditulis di atas lontar. Naskah ini bisa digunakan untuk melengkapi atau membandingkan isi naskah SSKK yang ditulis diatas daun nipah. Naskah ini disimpan di PNRI di Peti 69 Koropak 624.

Sumber: Aditia Gunawan, Kurator Naskah Sunda di PNRI, Jakarta Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Sanghyang Siksa Kandang Karesian (Kropak No.630)

Transkripsi naskah SSKK dilakukan oleh Atja, dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-16 Universitas Padjadjaran Bandung. Sekaligus merupakan hasil penelitian kembali naskah-naskah kuno dari Lembaga Kebudayaan Unibersitas padjadjaran.
Dalam kata pengantarnya dikatakan bahwa pemilihan maskah tersebut untuk menyambut Dies natalis ke-16 Unpad ialah karena kebetulan mempunyai hal-hal yang menarik baik isi maupun kesamaan angka 16-nya. hal-hal itu adalah :

(1). Siksa Kandang Karesian mempunyai isi semacam ensiklopedi tentang pemerintahan, kepercayaan, kebudayaan, kesusatraan, pertanian, etika, kemiliteran, dan lain-lain dari masyarakat Sunda. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0
Kairaga.com © 2017
Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com