Bahasa Melayu Kuna dalam Naskah Lontar Sunda Kuna

Baris teks pada naskah Sunda Kuna dari Ciburuy ini membuat saya cukup tercengang karena dua kalimatnya menggunakan bahasa Melayu (kuno?). (1) “pada kata-katanya urang tuan baik di sana” (2) “katanya urang baik di[y] sana” Di halaman ini teks menggunakan tiga bahasa, Sunda Kuna, Jawa Kuna dan Melayu (kuna). Naskah kemungkinan ditulis atau disalin pada abad […]

Puasa dalam Teks Sunda Kuna

Dalam satu naskah Sunda kuna koleksi Kabuyutan Ciburuy ternyata tercatat kata “puasa”. Teks ini kemungkinan berasal dari abad ke-15-16 M, atau masa pra-Islam di Tatar Sunda. Dalam teks disebutkan bahwa puasa merupakan sebuah upaya ritual (tapa) untuk mencapai pencerahan spiritual tertinggi. Berikut ini kutipannya: butik, baluk, puasa, sakweh sumadang tapa” Belum diketahui bagaimana prakteknya waktu […]

Mandala Gunung Tiga: Kesaksian Naskah Ciburuy

Dalam proses pembacaan naskah-naskah Ciburuy sebagai pembanding naskah gebang Sunda Kuno L 1097 koleksi Perpusnas RI yang sedang saya garap, sering ditemukan hal-hal baru yang luar biasa. Salah satunya adalah penyebutan Mandala Gunung Tiga. Saya otomatis teringat Prasasti Batutulis yang menyebutkan Gunatiga sebagai tempat moksa Rahiyang Dewa Niskala, ayah dari Sribaduga Maharaja. Di bawah ini […]

Diskusi Daring: Perkembangan Mutakhir Font Aksara Sunda

Sejak perumusan pembakuan (1997) hingga didaftarkan ke konsorsium Unicode (2008), penggunaan aksara Sunda kini semakin meluas. Artinya, masyarakat Sunda telah mulai mengenal kembali dan merasa reueus (bangga) menggunakan aksara Sunda. Untuk mendukung penyediaan bahan bacaan dengan aksara Sunda dibutuhkan font yang mumpuni dari segi desain, pemrograman dan komptibilitas dalam berbagai aplikasi. Saat ini di internet […]

Sasalad (Wabah)

Dalam Sang Hyang Sasana Mahaguru, teks Sunda Kuno abad ke-15/16, disebutkan: Ya ta duka kunang tribwana lwaka ngaranya. Kahuruan dayeuh, burung tahun, éléh ku sasalad, larukangkang salah masa, sarba pala tan pawwah, sarba satwa añarak. Ya ta duka kunang tribwana lwaka ngaranya ma. Nihan sinangguh pañcakapataka ngaranya, ling sang pandita. “Ini yang disebut derita dari […]

Ḍuka Saṅka ri Dewata

Dalam proses pembacaan téks Jawa Kuno pada salah satu naskah Śikṣā Guru koleksi Perpusnas yang sedang digarap bersama dengan Aditia Gunawan, ternyata téks pada beberapa lempir akhir berganti bahasa menjadi Sunda Kuno, terlihat dari penggunaan partikel ‘ma’ dan kosakata Sunda Kuno yang khas. Di bawah ini adalah potongan teks Śikṣā Guru yang menyebutkan ḍuka saṅka […]