Sasalad (Wabah)

Oleh Aditia Gunawan Dalam Sang Hyang Sasana Mahaguru, teks Sunda Kuno abad ke-15/16, disebutkan: Ya ta duka kunang tribwana lwaka ngaranya. Kahuruan dayeuh, burung tahun, éléh ku sasalad, larukangkang salah masa, sarba pala tan pawwah, sarba satwa añarak. Ya ta duka kunang tribwana lwaka ngaranya ma. Nihan sinangguh pañcakapataka ngaranya, ling sang pandita. “Ini yang […]

Ḍuka Saṅka ri Dewata

Oleh Ilham Nurwansah Dalam proses pembacaan téks Jawa Kuno pada salah satu naskah Śikṣā Guru koleksi Perpusnas yang sedang digarap bersama dengan Aditia Gunawan, ternyata téks pada beberapa lempir akhir berganti bahasa menjadi Sunda Kuno, terlihat dari penggunaan partikel ‘ma’ dan kosakata Sunda Kuno yang khas. Di bawah ini adalah potongan teks Śikṣā Guru yang […]

Aér Mawar

Oleh Ilham Nurwansah Dalam kamus bahasa Sunda Satjadibrata kata érmawar artinya ‘bunga ros putih’, sedangkan menurut Jonathan Rigg dalam a Dictionary of Sundanese Language of Java, terdapat kata ayěr mawar yang berarti ‘Rose-water-Properly Malay‘, dalam léma lain dijelaskan lebih lengkap ‘Ayěr mawar, Rose water. The word Ayěr is not Sunda, but Malay, and shows whence […]

Sembah Hyang

Oleh Ilham Nurwansah Seperti halnya dalam bahasa Jawa Kuna, di dalam bahasa Sunda Kuna juga ditemukan kata sembah hyang. Kata ini dalam KBBI tampaknya mengalami penyederhanaan bentuk menjadi sembahyang dan bergeser artinya menjadi “1. salat” (khusus untuk Islam), selain “2. permohonan (doa) kepada Tuhan” yang berarti lebih umum. Dalam hal ini entitas “Hyang” pada teks […]

Kasaya, Wuduk; Rasa Gurih?

Oleh Ilham Nurwansah Sarapan pagi tentu saja sangat nikmat jika ditemani nasi uduk. Dalam bahasa Sunda disebut wuduk. Menurut Kamus Basa Sunda Sacadibrata, wuduk yaitu nasi yang dikukus dengan santan kelapa, baik yang menggunakan kunyit ataupun tidak. Umumnya, dalam bahasa Indonesia disebut ‘nasi uduk’ untuk yang berwarna putih, sedangkan yang menggunakan kunyit berwarna dan kuning […]

Koreksi Penulis/Penyalin Naskah

Oleh Ilham Nurwansah Sebuah naskah tidak terlepas dari kesalahan saat proses penulisan atau penyalinannya. Dalam gambar ini tampak penulis atau penyalin naskah melewatkan kata beurang (siang), kemudian ditulis ulang dengan cara disisipkan di bawah baris teks yang terlanjur dituliskan. Aksara ba bukanlah pasangan, selain itu dilanjutkan dengan aksara ra dan tanda panyecek atau cecak untuk […]

“Kropak” Naskah Sunda Kuna

Oleh Ilham Nurwansah Aspék kodikologi dari naskah Sunda kuno mungkin belum begitu menjadi perhatian sebagai objék kajian. Padahal, jika ditelisik lebih dekat, banyak sekali yang dapat digali. Gambar-gambar berikut ini adalah kotak kayu yang sering disebut “kropak” atau “koropak” dalam bahasa Sunda dari naskah “Serat Séwaka” (judul berdasarkan katalog naskah Perpusnas, 1998) dengan kode 16 […]

Ngariksa #11: Kerajaan di Tatar Sunda dalam Manuskrip Kuno Nusantara

“Sunda Empire” bikin gégér. Keyakinan sebagian masyarakat atas kebenaran sejarah tetiba goyah, begitu mudah. Padahal, untuk menjadi Indonesia, bangsa ini telah melalui sejarah peradaban panjang berabad-abad. Zaman silih berganti, mulai dari masa Hindu Budha, masa Islam, masa penjajahan, hingga merdeka. Kita sesungguhnya tak pernah berdiri tanpa jati diri. Masalahnya, sumber primer sejarah bangsa yang menjelaskan […]

Seri Diskusi Naskah Nusantara #20, Perpusnas RI – Manassa

Kabuyutan dan Keutamaan Sanghyang Siksa Kandang Karesian: Teks Sunda Kuna dalam Dua Media Tulis Salam Literasi, Sanghyang Siksa Kandang Karesian adalah teks Sunda kuno berbentuk prosa didaktis yang membahas bagian aturan atau ajaran tentang hidup arif berdasarkan darma. Isinya bersifat ensiklopedis, memberikan gambaran tentang pedoman moral umum untuk kehidupan bermasyarakat pada masa itu, termasuk berbagai […]

FGD Tempa Keris-Kujang, Pemanfaatan Daluang dan Penulisan Lontar Sunda

Kairaga.com, Bandung – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung menyelenggarakan kegiatan Focused Discussion Group (FGD) bertema “Pelestarian dan Pengembangan Destinasi Wisata melalui Kearifan Lokal dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0”, Senin 9 Desember 2019 di Hotel Papandayan, Kota Bandung. Narasumber yang berbagi pengalaman dan ilmu dalam acara ini yaitu Dr. Tedi Permadi, M.Hum. ahli kertas […]