Wastra Sunda dalam Sastra yang Tertinggal dan Ditanggalkan

Kalakian Dayang Sumbi sedang berasik masyuk menenun. Taropong-nya, yakni alat penggulung benang dari bambu, terjatuh dari genggaman. Sebab begitu lemasnya, ia berseloroh bahwa barang siapa yang mengambilkan taropong itu untuknya, jikalau perempuan hendak dijadikan saudara, lelaki tentu jadi suami. Si Tumang, anjingnya yang setia, memungut taropong itu, menyerahkannya pada Dayang Sumbi sambil terus duduk di […]

Maluruh Formasi Jurit (Bihwa) dina Siksa Kandang Karesian

| Medal dina Manglé No. 2800 | Katrangan ngeunaan tingkah perang dina Siksa Kandang Karesian (SKK) téh ayana dina lambaran ka 19 recto tungtung jeung 19 vérso awal. Dina dina édisi Atja sareng Saléh Danasasmita (1981): Sugan hayang nyaho di tingkah prang ma: makarabihwa, katrabihwa, lisangbihwa, singhabihwa /19r/, garudabihwa, cakrabihwa, sucimuka, brajapanjara, asu maliput, merak simpir, gagak sangkur, luwak maturut, kidang […]

Babasan dan Paribasa Sunda Kuna

Aditia Gunawan Ajip Rosidi dalam pengantar bukunya Babasan jeung Paribasa: Kabeungharan Basa Sunda, menerangkan bahwa babasan (ungkapan) dan paribasa (peribahasa) merupakan ungkapan bahasa yang telah tetap, digunakan untuk menyampaikan maksud dari yang menyatakannya secara tidak langsung, tetapi akan dimengerti oleh orang yang mendengarkannya, karena bersama-sama hidup di alam budaya yang sama. Dalam teks-teks Sunda kuna […]

Kitab Undang-undang Hindia-Belanda dalam Bahasa Sunda

Buku-buku berbahasa Sunda produksi pemerintah Hindia-Belanda selain dicetak dalam aksara Latin, banyak juga yang menggunakan aksara Cacarakan (Jawa-Sunda). Arsip-arsip ini sekarang sulit dijangkau, selain karena langka, tulisannya juga cukup sulit untuk dibaca. Membaca buku cetak berbahasa Sunda dengan aksara Cacarakan sama saja seperti membaca naskah kuno. Isinya sangat beragam dan menarik untuk dibaca kembali. Salah […]