Jam Dinding Siddhapurna, Aksara dan Wanci Sunda

Jam Sunda Siddhapurna.

Kairaga.com — Dalam sehari waktu dibagi menjadi 24 jam. Nah, istilah-istilah tiap jam dalam sehari dengan bahasa Sunda juga ada lho. Misalnya saja istilah meleték srangéngé digunakan untuk menunjukkan waktu jam 7 pagi. Sedangkan haneut moyan untuk jam 8 pagi. Seluruh istilah khusus penunjuk waktu dalam bahasa Sunda lainnya diterapkan pada jam dinding Siddhapurna.

Jam dinding yang dikreasikan oleh Hayati Mayang Arum ini menggunakan aksara Sunda sebagai penunjuk angka jam. Dengan konten yang menarik, jam ini sangat disarankan untuk digunakan untuk media pembelajaran waktu dalam bahasa dan aksara Sunda, sesuai dengan moto produk ini “Gentra Winaya” ‘mengajak untuk belajar’.

Modelnya ada yang berbentuk bulat, kotak dan jam duduk. Terdapat dua varian ukuran yaitu ukuran sedang dengan harga Rp 75.000 dan ukuran besar dengan harga Rp 100.000. Bagi reseller ditawarkan harga khusus.

Untuk pemesanan silakan hubungi Hayati Mayang Arum melalui WA 081320946622 atau BBM 5E420545. Lihat juga katalognya di Instagram @Siddhapurna.

Ikuti dan bagikan:

Penulis

Ilham Nurwansah

Admin Kairaga.com. Pengkaji naskah Sunda kuno dan aspek-aspek yang mendukungnya, juga membahas subjek yang lebih luas tentang budaya Sunda. Beberapa tulisannya dimuat di surat kabar Pikiran Rakyat, majalah Mangle, Pasundan, dan Cupumanik. Ilham sering diundang sebagai pemateri seminar maupun workshop tentang naskah dan aksara Sunda. Di samping itu beberapa kali menjadi juri dalam lomba membaca dan menulis aksara Sunda.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of