Memperkaya Referensi Pengetahuan Melalui Bedah Naskah Sunda Kuno

Tulisan ini adalah arsip cadangan, sebelumnya dimuat pada laman Unpad.ac.id tanggal 19 November 2016. Rilis oleh: Program Studi Ilmu Informasi dan Perpustakaan Unpad/am

Suasana Bedah Naskah Kuno dengan tema “Bias-bias Geologis dalam Naskah Sunda Kuno” di Ruang Seminar Lantai 2 Gedung UPT Perpustakaan Unpad Jatinangor 26 Oktober lalu.

[Unpad.ac.id, 19/11/2016] Nilai-nilai kebudayaan lokal dapat digali sebagai salah satu identitas bangsa saat ini. Beberapa pihak yakin, pengetahuan lokal memiliki nilai yang tidak kalah ilmiahnya dengan sumber pengetahuan ilmiah yang ada dan dikembangkan dalam kurun waktu terakhir.Hal ini yang menjadi ketertarikan para akademisi Universitas Padjadjaran untuk menggali berbagai nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan nenek moyang dalam bentuk naskah kuno.

Kerja sama interdependensi antara Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Unpad, UPT Perpustakaan Fakultas Teknik Geologi, Prodi Ilmu Informasi dan Perpustakaan Unpad, mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi UT, Komunitas Dangiang Sunda Padjadjaran, serta unsur pemerintahan di wilayah Jatinangor ini berhasil menggelar acara Bedah Naskah Kuno dengan tema “Bias-bias Geologis dalam Naskah Sunda Kuno” di Ruang Seminar Lantai 2 Gedung UPT Perpustakaan Unpad Jatinangor 26 Oktober lalu.

Acara ini bertujuan sebagai upaya membiasakan diri dalam mencari referensi pembanding dari manuskrip (naskah kuno) buah karya nenek moyang urang Sunda yang sangat bernilai, serta menyosialisasikan sumber-sumber informasi pengetahuan lokal sebagai sumber referensi baik di internal maupun eksternal Unpad.

Dalam rilis yang diterima Humas Unpad, acara ini menghadirkan 3 pembicara, diantaranya Dosen Prodi Sastra Sunda FIB Unpad, Dr. Undang Ahmad Darsa, M.Hum., dan Dr. Phil. R.N. Purnomowulan, MA, Dosen Fakultas Teknik Geologi Unpad Dr. Cipta Endyana, M.T., dengan moderator Samson CMS., S.Sos., M.I.Kom., dari prodi Ilmu Informasi dan Perpustakaan Fikom Unpad.

Salah satu pembicara, Dr. Undang mengatakan, sebagai perguruan tinggi yang lahir di Jawa Barat, Unpad wajib untuk mempertimbangkan sekaligus menggali  berbagai sumber informasi akademik yang berbasis pada kekayaan pengetahuan lokal. Mengusung Pola Ilmiah Pokok (PIP) “Bina Mulia Hukum dan Lingkungan Hidup dalam Pembangunan Nasional”, semakin jelas menyiratkan bahwa Unpad seyogianya memiliki perhatian yang besar terhadap berbagai  referensi pengetahuan lokal yang dapat digali dari budaya masyarakat Sunda.

Acara ini dihadiri peserta dari kalangan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga unsur Muspika di Kecamatan Jatinangor, Cibiru Hilir, dan Cileunyi. Dalam kesempatan tersebut, peserta banyak mengapresiasi dan berharap kegiatan ini menjadi sebuah kegiatan rutin dan banyak menggali berbagai nilai-nilai budaya lokal dalam naskah Sunda.

Menurut Wina Erwina, M.A., selaku kepala UPT Perpustakaan Unpad, acara bedah naskah kuno ini diselenggarakan dalam rangka sosialisasi program kerja Komunitas DSP, UPT Perpustakaan Unpad dan sosialisasi hasil kegiatan Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi (PUPT) tahun 2016 yang berjudul “Revitalisasi Nilai-nilai Budaya Sunda Melalui Penerapan Paribasa dan Aksara Sunda dalam Pendidikan Informal dan Nonformal di Kabupaten Bandung”.

Acara bedah naskah Sunda kuno ini rencananya akan digelar tiga kali kegiatan untuk tema yang sama, Artinya setiap tema bedah naskah kuno akan diselenggarakan dalam waktu enam bulan. Diharapkan tercapai tingkat internalisasi pemahaman dan penghayatan secara lebih mendalam.*

Ikuti dan bagikan:
0
SafelinkU | Shorten your link and earn money

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kairaga.com © 2018 Frontier Theme