Syukuran Milangkala Jatinangor Aksara Sunda (JAS)

Laporan Susilawati

Kairaga.com Jatinangor Aksara Sunda (JAS) didirikan pada tanggal 27 November 2017, dan di hari Selasa (27/11) kemarin JAS tepat memasuki usia satu tahun. Untuk merayakan tahun pertama komunitas, diadakan acara syukuran Milangkala JAS pada hari Minggu (2/12/18) di Perpustakaan Masjid AlJabbar ITB Jatinangor.

Acara syukuran ini dihadiri oleh berbagai komunitas Aksara Sunda dari daerah-daerah lain, antara lain MASKar (Mikadeudeuh Aksara Sunda Karawang), SASC (Sakola Aksara Sunda CIanjur), dan juga Mahasiswa ISBI (Institut Seni Budaya Indonesia). Komunitas yang tidak bisa hadir pun ikut berpartisipasi dengan mengirimkan video ucapan. Sedangkan untuk memeriahkan acara di media social digunakan tagar #KuAksaraJadiBaraya  .

Dalam rangkaian acara hari jadi tersebut, sebulan sebelumnya tim panitia telah mengadakan lomba foto dan video ucapan atau harapan yang ditujukan untuk komunitas JAS yang unik dan menarik. Ternyata di luar dugaan, banyak yang berkontribusi dari berbagai kalangan untuk memeriahkan acara tersebut.

Beberapa kegiatatan yang dilakukan dalam acara syukuran, di antaranya ulasan kegiatan JAS selama satu tahun terakhir, kemudian berbagi pengalaman dengan komunitas aksara Sunda yang telah hadir, dan juga penayangan video apresiasi dari masyarakat untuk komunitas JAS sendiri. Dalam sesi sharing dibahas pengenalan masing-masing komunitas, kegiatan apa saja yang telah dilakukan di komunitasnya serta harapan untuk perkembangan aksara Sunda di mas ayang akan dating.

Banyak ilmu dan pengetahuan yang didapatkan dalam kegiatan syukuran ini, terutama dalam sesi sharing, karena dapat mengetahui perkembangan aksara Sunda di tiap komunitas, bagaimana cara komunitas itu dikenal oleh masyarakat dan pengenalan aksara Sunda kepada masyarakat umum.

Dalam acara syukuran Milangkala JAS diharapkan seluruh komunitas aksara Sunda dapat bersinergi dan saling mendukung dalam kegiatan-kegiatan aksara di mana pun dan kapan pun. Bukan hanya komunitas yang hadir saat itu saja, melainkan juga komunitas-komunitas aksara lainnya untuk menyatukan keinginan dan semangat dalam menjaga budaya sendiri.

Untuk aksara Sunda diharapkan dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas. Selain itu agar lebih masyarakat lebih cinta dan memiliki kepedulian untuk melestarikan aksara dan budaya Sunda lainnya. Semoga di tahun pertamanya ini JAS dapat lebih dikenal masyarakat, sehingga hatinya tergerak tertarik untuk mempelajari dan melestarikan Aksara Sunda. (Usi/Ketua JAS)

 

Ikuti dan bagikan:
error0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *