Kairaga.com

Portal Manuskrip Sunda

Kategori: Aksara – ᮃᮊ᮪ᮞᮛ

Mengenal Lebih Dekat “Sakola Aksara Sunda Cianjur”

Logo Sakola Aksara Sunda Cianjur (SASC)
Logo Sakola Aksara Sunda Cianjur (SASC)

Logo Sakola Aksara Sunda Cianjur (SASC)

Oleh: Siti Aisah

Kairaga.com – Seiring dengan makin banyaknya masyarakat Sunda yang mengetahui aksara Sunda, grup Facebook yang membahas tentang aksara ini pun semakin banyak. Grup-grup Facebook hanyalah sebagian dari usaha pegiat aksara Sunda untuk memperkenalkan aksara ini ke khalayak umum.

Aksara Sunda yang dijadikan muatan lokal di semua sekolah di Jawa Barat penerapannya belum merata. Oleh karena itu masih banyak masyarakat umum yang belum mengetahui bagaimana bentuk dari aksara Sunda.

Sebelumnya di Karawang sudah lebih dulu membentuk grup Facebook yang di sebut dengan “MASKAR” (baca juga profil MASKAR). Di Cianjur pun mulai membentuk grup Facebook yang diberi nama “ Sakola Aksara Sunda Cianjur” atau disingkat menjadi SASC. Pertama kali dipublikasikan tanggal 7 Desember 2017. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Komunitas Jatinangor Aksara Sunda Gelar “Saba Kota Saba Aksara”

Kairaga.com –  Komunitas pecinta aksara Sunda yang tergabung dalam Jatinangor Aksara Sunda (JAS), mengadakan sosialisasi penulisan dan cara membaca aksara Sunda di salah satu sudut Alun-alun Kota Bandung (Minggu, 11/3).

Kegiatan bertajuk “Saba Kota Saba Aksara” ini merupakan upaya untuk memperkenalkan aksara Sunda kepada masyarakat umum sambil mengobrol santai. Ketua komunitas JAS, Usi (Téh Usi), mengatakan bahwa kegiatan tersebut baru pertama kali di lakukan di tempat terbuka, dengan maksud agar masyarakat lebih mudah mendapat wawasan tentang baca-tulis aksara Sunda. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Aksara Sunda Masuk Kurikulum Pelajaran di Jawa Barat

Kairaga.com – Aksara Sunda telah resmi masuk ke dalam materi pelajaran muatan lokal bahasa Sunda kelas VII (tujuh SMP) dan X (sepuluh SMA) dalam Kurikulum 2013 edisi revisi 2017. Dalam kurikulum terbaru yang diresmikan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk digunakan pada pelajaran 2017-2018, aksara Sunda diajarkan di kelas VII SMP pada Kompetensi Dasar 8 (bab 8). Untuk tingkat SMP pembelajaran diutamakan kepada dasar-dasar menulis aksara Sunda, dengan mengamati bentuk dan tata tulisnya. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Menulis Nama dengan Aksara Sunda

Kairaga.com Untuk menuliskan nama dengan aksara Sunda, sesungguhnya tidak begitu sulit. Namun demikian ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan. Hal yang utama yang harus diperhatikan dalam penulisan aksara Sunda adalah sistem ejaan yang berbeda dengan aksara Latin. Aksara Sunda ditulis dengan sistem silabik (satu huruf, satu suku kata), sedangkan aksara Latin menggunakan sistem fonetik (satu huruf, satu suara). Contohnya untuk menulis nama yang dibaca “Nala” dalam aksara Sunda cukup dituliskan dengan dua aksara yaitu “ᮔᮜ”, sedangkan dengan aksara Latin ditulis dengan empat aksara yaitu “Nala”. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Berbagai Masalah pada Font Sunda

Oleh E. Mulyadi

Masalah-masalah yang ditemukan pada font Sunda semestinya diperbaiki oleh para programer aksara Sunda. Karena bila terus dibiarkan akan membingungkan para penggunanya. Tidak sedikit juga yang saling berselisih paham. Padahal masalahnya bukan salah pada orang yang mengetikkannya, tetapi pada font yang dipakainya.

Masalah-masalah yang telah ditemukan di antaranya:

  1. Font Sunda belum seragam cara pengetikannya, terutama dalam mengetikkan tanda panéléng. Panéléng ada yang secara otomatis berpindah ke depan aksara dasar, ada juga yang harus diketikkan secara manual (harus mengetik panéléng dulu baru aksara dasar). Contoh: Bila si A mengetik dengan menggunakan font Sundanese Unicode sedangkan si B menggunakan font Sunda Prada, ketika Si A mengetik status Facebook atau mengirim pesa ke Si B, sebagian tanda vokalisasi ada yang belum tampil secara sempurna.
  2. Cara mengetik panéléng pada aplikasi Office dengan di aplikasi internet tidak seragam satu sama lain. Yang menjadi masalah ketika tulisan yang diketik pada MS Office, disalin-tempel ke lama Facebook atau sebaliknya, maka tidak sedikit yang berantakan posisi vokalisasinya.
  3. Masih ada rarangkén (vokalisasi) rangkap yang bertumpuk, hal ini menyulitkan pembacaannya, terutama bagi pembelajar pemula.
  4. Ketika komputer A dipasangi font Sundanese Unicode sedangkan komputer B dipasang font Sunda Prada atau font yang lainnya, kemudian pengguna komputer A ingin mencetak di komputer B, maka ketika dicetak hasilnya menjadi berantakan, sebab cara mengetik pada font Sundanese Unicode dengan Sunda Prada atau font lainnya tidak sama. (admin: baca tips mencetak aksara Sunda)
  5. Masih ada tampilan yang kacau, seperti mengetik tanda panéléng pada font Sundanese Unicode v. 2, bila mengetik panéléng pada aplikasi internet, misalnya pada kata hésébéléké. (admin: baca ulasannya di sini)
  6. Khusus untuk tanda vokalisasi panéléng, sebaiknya menggunakan sistem perpindahan otomatis terhadap aksara dasar, seperti halnya font Sundanese Unicode v. 2 (edisi revisi).

Masalah-masalah yang dikemukakan di atas barulah sebagian saja. Bila ada kesempatan akan saya sambung kembali. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kemajuan font aksara Sunda. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Aksara Sunda dalam Gaya Kaligrafi

oleh Ilham Nurwansah
(diterjemahkan dari Aksara Sunda dina Wanda Kaligrafi, dimuat di majalah Manglé No. 2550)

Kairaga.com — KALIGRAFI atau seni mereka tulisan indah telah biasa digunakan dalam huruf Arab atau huruf Latin. Khususnya pada tulisan formal. Perkembangan kaligrafi untuk kedua aksara tersebut terhitung telah cukup lama. Tetapi untuk aksara Sunda, kelihatannya belum begitu berkembang dalam gaya kaligrafi. Di masyarakat sekarang, aksara Sunda tampaknya baru digunakan untuk menulis biasa atau standar persis seperti bentuk dasarnya. Biarlah saja untuk sementara ini, sebab pengembangan gaya kaligrafi memerlukan waktu. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0
Kairaga.com © 2018