Kategori: Ulasan Buku – ᮅᮜᮞᮔ᮪ ᮘᮥᮊᮥ

Jurus Praktis Baca-Tulis Aksara Sunda Baku “Kaganga”

Kairaga.com – Jurus Praktis Baca-Tulis Aksara Sunda Baku “Kaganga” ditulis oleh Mulyanto, S.Pd., pegiat aksara Sunda yang pernah mengikuti Kelas Aksara Sunda di Bandung. Buku ini merupakan intisari dari pelajaran baca-tulis aksara Sunda yang pernah dipelajari olehnya. Pertama kali diterbitkan oleh penerbit Kiblat Buku Utama tahun 2012, kini buku ini telah dicetak untuk kedua kali pada tahun 2017.

Buku ini menambah pilihan bagi Anda yang memerlukan referensi dan panduan untuk mempelajari aksara Sunda baku. Font aksara Sunda yang digunakan adalah Sundanese Unicode, namun masih menggunakan versi awal sehingga masih terdapat kesalahan dalam bentuk aksara “JA” (lihat font Sundanese Unicode versi terbaru). Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Sundalana 12: Memelihara Sunda (Bahasa, Seni, dan Sastra)

Kairaga.com – Penerbitan Buku Séri Sundalana nomor ini memusatkan perhatian pada pentingnya kegiatan menyelamatkan, memelihara, dan mengembangkan tiga di antara banyak aspek kebudayaan Sunda, yakti aspek kebahasaan, kesenian dan kesastraan. Tentu, aspek-aspek lainnya di luar bahasa, seni dan sastra tidak kurang pentingnya. Betapapun, sejauh yang dapat diikuti dalam pengalaman menerbitkan buku seri ini, para pemerhati kebudayaan Sunda yang sejauh ini berbaik hati menyumbangkan hasil pemikiran atau penelitian mereka untuk dimuat dalam buku ini pada umumnya sangat menekankan ketiga aspek tersebut. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Wawacan Surya Ningrat (buku)

Judul : Wawacan Surya Ningrat
Alih Aksara: Dedi Koswara & Nanin Nurnaningsih
Penerbit: CV Mughni Sejahtera (Bandung)
Tahun terbit: 2009
Jml. Halaman: viii+192

Kairaga.com — Wawacan Surya Ningrat bercerita tentang seorang raja yang bernama Dhuryan yang ingin mempersunting gadis bernama Ratna Ningrum, anaknya Patih Salyanegara dari negeri Dursellan. Ratna Ningrum tidak mau diperistri oleh Raja Dhuryan, menolak lamaran yang telah disampaikan kepadanya, sampai akhirnya Ratna Ningrum pergi meningalkan negeri untuk mengembara. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

SASTRA RITUAL, Wawacan Batara Kala, Wawacan Sulanjana

Judul: SASTRA RITUAL, Wawacan Batara Kala, Wawacan Sulanjana
Penyusun: Dr. Kalsum, M.Hum & Dra. Etti Rochaeti S., M.Hum.
Penerbit: Dunia Pustaka Jaya
Tahun: 2005
Jml Halaman: 104

Kairaga.com — Wawacan Batara Kala (WBK) dan Wawacan Sulanjana (WS) adalah karya sastra lama yang pada jalam dahulu dikenal dalam kehidupan masyarakat Sunda. Karya sastra yang pada awalnya berupa sastra lisan ini memiliki fungsi khusus untuk ritual dalam kehidupan masyarakat Sunda. WBK berfungsi sebagai sarana upacara ngaruat (penolak malapetaka) dan WS sebagai sarana upacara pemuliaan (penanaman) padi. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan agama yang dianut masyarakat Sunda, fungsi serta peran WBK dan WS semakin pudar dan nyaris punah; tentu suatu saat akan punah tak berbekas karena kedua ritual tersebut sudah tidak akan dilakukan lagi. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Naskah, Teks dan Metode Penelitian Filologi

bk_nabilah_1Judul: Naskah, Teks dan Metode Penelitian Filologi
Penulis: Prof. Dr. Nabilah Lubis, MA
Penerbit: Yayasan Media Alo Indonesia
Tahun terbit: 2001 (cetakan kedua)
Jml. Hlm.: vi+103

Kairaga.com – Buku Naskah, Teks dan Metode Penelitian Filologi ini berisi teori, sejarah perkembangan dan metode penelitian Filologi, terutama terhadap naskah-naskah keagamaan Islam di Indonesia. Pada mulanya buku ini adalah kumpulan materi kuliah yang digunakan dalam mata kuliah kajian naskah. Di dalam cetakan kedua ini diadakan penambahan dan penyempurnaan terhadap materi cetakan pertama. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Cacarakan Aksara Sunda

cacarakan sundaJudul: Cacarakan Aksara Sunda
Penulis: R.H. Rochadi GK & R.L. Sadeli Erawan BK.
Penerbit: Yayasan Harisma, Bandung
Tahun terbit : 1984
Hlm: 77

Kairaga.com — Aksara Sunda yang saat ini secara resmi digunakan yaitu aksara Sunda baku, yang mengacu pada bentuk aksara Sunda kuno pada naskah-naskah Sunda kuno. Namun hingga penghujung tahun 1980-an masih diajarkan aksara Sunda yang mengacu pada bentuk aksara Carakan Jawa, atau lebih dikenal dengan aksara Sunda Cacarakan. Salah satunya melalui buku Cacarakan Aksara Sunda ini, yang ditulis oleh R.H. Rochadi GK, R.L. Sadeli Erawan BK. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0
Kairaga.com © 2017
Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com