Category: Ulasan Buku – ᮅᮜᮞᮔ᮪ ᮘᮥᮊᮥ

Mencari Gerbang Pakuan

Judul: Mencari Gerbang Pakuan dan kajian lainnya mengenai Budaya Sunda
Seri: Sundalana 5
Penerbit: Pusat Studi Sunda, Bandung
Tahun terbit: 2006
hlm: 166 halaman

Dalam buku Seri Sundalana ini disajikan empat tulisan karya almarhum Saleh Danasasmita (1933-1968), ahli sejarah Sunda Kuno. Keempat tulisan tersebut, yang berkaitan dengan sejarah Sunda zaman Kerajaan Pajajaran atau Kerajaan Sunda, merupakan bagian dari hasil studi Saleh yang selama ini hanya terbaca di lingkungan yang relatif terbatas. Dengan keahliannya di bidang filologi dan ketelitiannya dalam upaya melacak sumber-sumber sejarah, Saleh mampu menyibak lembar demi lembar tabir yang sebelumnya menutupi kenyataan sejarah masyarakat dan kerajaan Sunda. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Katalog Naskah Kuno Museum Negeri Sri Baduga

Judul: Katalog Naskah Kuno Museum Negeri Sri Baduga
Penyusun: Drs. Nana Mulyana, Barliana dkk.
Penerbit: Balai Pengelolaan Museum Negeri Sri Baduga
Tahun terbit: 2008
Jumlah halaman: 60

Kairaga.com — Museum Sri Baduga Provinsi Jawa Barat hingga tahun 2008 miliki koleksi naskah sebanyak 145 buah. 48 naskah telah diteliti dan 98 naskah lainnya menunggu untuk diteliti. Bahan, aksara, bahasa dan kandungan isi naskah yang terdapat di MSNSB bermacam-macam. Seluruh naskah tersebut berasal dari daerah Jawa Barat. Rangkuman hasil penelitan naskah yang telah dikerjakan dicetak dalam bentuk katalog. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Tiga Pesona Sunda Kuna

Judul : Tiga Pesona Sunda Kuna
Penulis : J. Noorduyn & A. Teeuw
Penerbit: Pustaka Jaya, Jakarta
Tahun terbit : 2006
ISBN : 9789794193563

Kairaga.com — Tertuang dalam naskah-naskah daun yang titimangsanya tidak diketahui, teks-teks Sunda Kuna pada umumnya berada dalam kondisi mengkhawatirkan dan tak tersentuh oleh khalayak yang lebih luas. Jumlah teks Sunda Kuna itu terbatas, dan pengetahuan mengenai bahasa itu pun terbatas. Dengan menyajikan tiga puisi panjang Sunda Kuna, Noorduyn dan Teeuw, melalui telaah berbahasa Inggris atas sastera Sunda Kuna yang sejauh ini tiada bandingannya, berhasil menunjukkan karya-karya penting bagi penelitian bahasa, sastera, dan sejarah lebih lanjut. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Pengantar Filologi Jawa

Halaman muka, foto: dok.pribadi

Judul : Pengantar Filologi Jawa
Penulis : Karsono H. Saputra
Penerbit : Wedatama Widyasastra, Jakarta
Tahun terbit : 2008
ISBN : 978-979-3258-79-9

Buku Pengantar Filologi Jawa pada awalnya disusun oleh Karsono H. Saputra sebagai bahan ajar mata kuliah Pengantar Filologi Umum di Program Studi Jawa Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI). Namun kemudian diterbitkan secara luas, tidak hanya untuk di lingkungan FIB UI saja. Buku ini membahas teori-teori mendasar mengenai filologi di Indonesia, terutama filologi Jawa. Terdiri dari tiga bab yaitu bab 1: Pendahuluan; bab 2: Produksi dan Reproduksi; dan bab 3 Penggarapan Naskah. Sebagi tambahan, buku ini disertai dengan beberapa ilistrasi gambar dan foto tampilan naskah. Pada bagian akhir terdapat indeks kata yang cukup memudahkan dalam pencarian kata-kata tertentu yang terdapat dalam pembahasan. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Jumantara Edisi Perdana Vol. 1 No. 1 Tahun 2010

kairaga.com — Jumantara adalah akronim dari Jurnal Manuskrip Nusantara yang secara harfiah berarti ‘angkasa’. Jumantara merupakan jurnal manuskrip pertama yang diterbitkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, dengan harapan melalui jurnal ini kekayaan kandungan nformasi yang terdapat di dalam manuskrip nusantara dapat digali, dikaji, dimaknai dan disebarluaskan untuk dapat diterapkan dalam kehidupan keseharian guna membangun jati dirinya.

Kumpulan tulisan pada edisi perdana ini cukup beragam, dengan satu perhatian yang sama, naskah. Sembilan judul tulisan dimuat dalam edisi ini, yaitu: Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Citarum Dalam Perspektif Sejarah

Oleh: A. Sobana Hardjasaputra

Universitas Padjadjaran
Fakultas Sastra
Jurusan Ilmu Sejarah
2007

Citarum Purba dan Asal Usulnya
Citarum adalah sungai terbesar dan terpanjang di daerah Jawa Barat (± 225 kilometer). Berhulu di Cisanti, lereng Gunung Wayang – salah satu anak Gunung Malabar – daerah Bandung Selatan. Alur sungai melalui cekungan Bandung ke arah utara, melewati daerah kabupaten-kabupaten Cianjur, Purwakarta dan Karawang, bermuara di Laut Jawa, tepatnya di daerah Ujung Karawang.

Secara etimologis, nama Citarum berasal dari dua kata, yaitu ci dan tarum. Ci atau cai berarti air. Tarum yang disebut juga nila adalah jenis tanaman. Dulu tanaman itu biasa dijadikan bahan celup (pewarna ungu/violet) untuk warna dasar kain. Ada pendapat bahwa nama Citarum berkaitan dengan nama kerajaan tertua di Jawa Barat, yaitu Tarumanagara. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0
Kairaga.com © 2017
Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com