Category: Ulasan Naskah – ᮅᮜᮞᮔ᮪ ᮔᮞ᮪᮪ᮊᮂ

Wawacan Ahmad Muhammad

Judul: Wawacan Ahmad Muhammad
Penyimpan: Museum Sri Baduga (Museum Negeri Jawa Barat)
Kode: 07.38
Bahan: Kertas Eropa
Aksara: Pegon
Bahasa: Sunda
Jml Halaman: 316

Deskripsi Naskah
Keadaan naskah cukup baik, masih utuh, dan masih dapat dibaca. Naskah ini berukuran 17 x 21,5 cm dengan ukuran ruang tulisan 13,2 x 17,6 cm. Jumlah baris per halaman 14 baris dengan jarak antarbaris 0,6 cm. Naskah ini teksnya berbentuk puisi tembang, ditulis menggunakan tinta berwarna hitam dan merah, terdapat 2 lembar pelindung di bagian awal dan akhir, serta penomoran pada pias atas tengah. Naskah yang berasal dari Garut ini kemungkinan teksnya disalin oleh satu orang penyalin. Dalam kolofon dituliskan nama Prawira dari Kebon Kawung, Bandung, selesai ditulis tanggal 11 Sapar 1350 H atau tanggal 21 Maret 1940 M, hari kamis. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Pustaka Rajya-Rajya i Bhumi Nusantara 2-4

Pustaka Rajya-Rajya i Bhumi Nusantara 2-4

Judul: Pustaka Rajya-Rajya i Bhumi Nusantara 2-4
Penyimpan: Museum Sri Baduga (Museum Negeri Jawa Barat)
Kode: 07.36, CD-FO/18.08
Bahan: Kertas daluang
Aksara: Jawa-Cirebon
Bahasa: Jawa Kuna
Jml Halaman: 268

Deskripsi Naskah
Keadaan naskah cukup baik, utuh, masih lengkap, dan masih dapat dibaca. Naskah disampul atau dijilid kokoh, kertas mulai menguning dan tulisan mulai pudar. Pada beberapa bagian terdapat tempelan lakban kuning sebagai perbaikan pada naskah yang sobek. Naskah berukuran 26,8 x 35,7 cm dengan ukuran ruang tulisan 20,7 x 30 cm. Jumlah baris per halaman 22 baris dengan jarak antarbaris 0,7 cm. Naskah ini teksnya berbentuk prosa, ditulis menggunakan tinta berwarna hitam, terdapat penomoran pias atas tengah. Naskah ini dikarang atau disusun oleh Pangeran Wangsakerta di Keraton Cirebon pada dwi cuddha rasa tunggal (1602 Caka = 1680 Masehi), tanggal 11 paro gelap, bulan Margacira. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Hubungan Manusia, Negara dan Bangsanya dalam Sanghyang Siksa Kandang Karesian

Naskah Siksa Kandang Karesian berisi sejumlah ajaran yang banyak bersumber dari ajaran agama Hindu dan Budha. Ajaran tersebut, misalnya tentang ‘etika’ atau ‘tata pergaulan’ di masyarakat. Selain itu, berisi hal-hal yang bersifat kepercayaan. Di samping moral dan etika terdapat pula keterangan-keterangan mengenai kehidupan sosial budaya pada zamannya (Suryani, 1988).

Hubungan manusia dan masyarakat menimbulkan aturan-aturan yang harus disepakati oleh semua warga masyarakat. Selain itu, ukuran baik dan buruk pun muncul berdasarkan penilaian terhadap dijalankan atau tidaknya aturan-aturan tadi. Oleh karena itu, antara aturan dengan ukuran saling berkaitan. Dalam Siksa Kandang Karesian dijelaskan bahwa masyarakat Sunda telah mampu menunjukkan dua kelompok manusia yang berlainan, yaitu kelompok orang yang berbuat baik dan kelompok orang yang berbuat jahat, serta kedua kelompok itu akan menerima akibat dari perbuatannya masing-masing; bahagia dan sengsara, sebagaimana tampak dalam teks berikut: Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Babad Cirebon

Judul: Babad Cirebon
Penyimpan: Museum Sri Baduga
no. inventaris: 07.32
bahan: kertas folio bergaris
aksara: cacarakan
bahasa: jawa cirebon
jml. Halaman: 396

Deskripsi Naskah
Keadaan naskah cukup baik, utuh dan masih dapat dibaca. Naskah ini berukuran 14,4 x 32,7 cm dengan ukuran ruang tulisan 13,1 x 30,3 cm. Jumlah baris per halaman 20 baris, dan naskah yang cukup tebal ini tersusun dari 20 kuras. Naskah ini teksnya berbentuk puisi, ditulis dengan tinta berwara hitam dan jarak antarbaris sekitar 1,1 cm, serta terdapat penomoran pada pias atas tengah. Naskah ini berasal dari Cirebon. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Wawacan Ciung Wanara

Judul: Wawacan Ciung Wanara
Penyimpan: Museum Sri Baduga
No. inventaris: 07.27
Bahan: Kertas Eropa
Aksara: Cacarakan
Bahasa: Jawa Kuno
jml. Halaman: 226

Deskripsi Naskah
Keadaaan naskah cukup baik, utuh, dan masih dapat dibaca. Naskah ini berukuran 16,5 x 20,2 cm dengan ukuran ruang tulisan 14,3 x 16,8 cm. Jumlah baris per halaman 14 baris dengan jarak antar baris 1,1 cm. Naskah ini berbentuk puisi tembang, ditulis dengan tinta berwarna hitam dan pungtuasinya menggunakan tinta merah. Terdapat dua lembar pelindung di bagian awal dan akhir, serta penomoran ditulis pada pias tengah. Naskah ini berasal dari Bandung. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa 1-3

Judul: Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa 1-3
Penyimpan: Museum Sri Baduga
No. inventaris: 07.23
Bahan: Kertas Daluang
Aksara: Cacarakan
Bahasa: Jawa Cirebon
Jml. Halaman: 188

Deskripsi Naskah
Keadaan naskah cukup baik, utuh, masih legkap dan masih dapat dibaca. Naskah ini berukuran 27,5 x 36,5 cm dengan ukuran ruang tulisan 20,5 x 29,6 cm, jumlah baris per halaman 22 baris dengan jarak antarbaris 1 cm. Naskah ini teksnya berbentuk prosa, ditulis menggunakan tinta berwarna hitam, terdapat penomoran pada pias atas tengah. Naskah ini dikarang atau disusun oleh Pangeran Wangsakerta di Keraton Cirebon pada tahun 1601 Saka (1679 Masehi) berasal dari Cirebon. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0
Kairaga.com © 2017
Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com