Tidak ada kapital dalam aksara Sunda

Kairaga.com – Ulasan kali ini masih seputar kesalahan penulisan dan pengetikan aksara Sunda. Seorang teman saya dari Cianjur mengirimkan foto sepasang papan nama Jalan dari ruas jalan baru, yaitu Jalan Veteran atau disebut juga sebagai jalur Lingkar Selatan. Bila dilihat sepintas, tampaknya tidak ada yang salah dengan nama jalannya. Kata Veteran ditulis dengan ejaan dan aksara Sunda secara benar, yaitu Véteran. Tapi coba perhatikan kata “jalan” dalam papan nama jalan di atas.

Penulisan kata “jalan” pada papan nama jalan di atas kurang tepat karena dibaca menjadi “nyalan”. Saya kira masalahnya kurang lebih sama dengan penulisan papan nama ruang kelas, yaitu kurangnya pemahaman cara penulisan dan pengetikan aksara Sunda. Lanjutkan membaca...

Karsono H. Saputra

Kairaga.com — Karsono H. Saputra lahir di sebuah desa kecil di Prambanan, Klaten; menyelesaikan pendidikan hingga SMA di Klaten dan menyelesaikan S1 di Jurusan Sastra Daerah Fakultas Sastra (sekarang Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya-FUB) Universitas Indonesia tahun 1988. Sejak itu ia mengajar di almamaternya untuk mata kuliah penguasaan bahasa Jawa, sastra dan Filologi.

Dunia kepeulisan mulai digelutinya sejak SMP. Ia menulis baik esai, fiksi, maupun ilmiah. Karya fiksinya yang sudah diterbitkan antara lian Matahari Senja Kala (1990), Genderang Perang di Padang Kurusetra (1991), dan Ketika Mata Merajut Cinta (2002); kumpulan puisi tunggalnya yang sudah terbit antara lain Sajak-sajak Pendek Bulan Terang (2002), Bulan di Lengkung Langit (2005), dan Sketsa (2006); serta karya-karya ilmiah yang sudah terbit antara lain Aspek Kesetaraan Serat Panji Angreni (1998), Sekar Macapat (2001), Puisi Jawa. Struktur dan Estetika (2001), dan Percik-percik Bahasa dan Sastra Jawa (2005) Lanjutkan membaca...

MASKAR: Aksara Sunda dan Masyarakat

(dok. MASKAR)

Kairaga.com – Di Kabupaten Karawang, ada sebuah komunitas yang secara konsisten mensosialisasikan aksara Sunda yaitu MASKAR, singkatan dari Mikadeudeuh Aksara Sunda Karawang. Mikadeudeuh dalam bahasa Sunda artinya “mencintai”. Aksara Sunda dicintai sebagai bagian budaya Sunda yang luhung dan menjadi identitas kebangsaan dalam kebhinekaan.

Komunitas yang didirikan tanggal 1 Mei 2015 oleh  Kuwat Apriyanto (Den Apri Supard), Tahyudin (Tah Ieu Yudin), Asep Sopiana (Apép) dan Deni Setiadi melalui situs jejaring sosial Facebook ini memiliki tujuan untuk menjaga dan melestarikan salah satu budaya Sunda yaitu Aksara Sunda. Dengan demikian diharapkan kita dapat merasa mencintai dan merasa memiliki aksara Sunda. Lanjutkan membaca...

Naskah, Teks dan Metode Penelitian Filologi

bk_nabilah_1Judul: Naskah, Teks dan Metode Penelitian Filologi
Penulis: Prof. Dr. Nabilah Lubis, MA
Penerbit: Yayasan Media Alo Indonesia
Tahun terbit: 2001 (cetakan kedua)
Jml. Hlm.: vi+103

Kairaga.com – Buku Naskah, Teks dan Metode Penelitian Filologi ini berisi teori, sejarah perkembangan dan metode penelitian Filologi, terutama terhadap naskah-naskah keagamaan Islam di Indonesia. Pada mulanya buku ini adalah kumpulan materi kuliah yang digunakan dalam mata kuliah kajian naskah. Di dalam cetakan kedua ini diadakan penambahan dan penyempurnaan terhadap materi cetakan pertama. Lanjutkan membaca...

Nabilah Lubis

nabilah lubis

foto: id.wikipedia.org

Kairaga.com – Nabilah Lubis, kelahiran Kairo, Mesir tahun 1942. Menyelesaikan semua jenjang pendidikannya di Mesir sampai memperoleh License of Literatures (Lc) dari Fakultas Sastra Cairo University, jurusan Library and Achievement tahun 1963. Pendidikan program S2 di fakultas Pasca Sarjana IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 1988 dan studi singkat dalam rangka program S3 ke Universitas Leiden 1989-1990 melalui INIS hingga memperoleh gelar Doktor pada tahun 1992 di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam bidang Filologi. Sekarang menjadi Guru Besar mata kuliah Filologi dan sastra Arab di Fakultas Adab IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Lanjutkan membaca...

Komputerisasi Aksara Buda/Gunung

Kairaga.com — Sejak terdapat berbagai software khusus untuk membuat font, setiap jenis aksara di dunia dapat dikomputerisasi. Begitu pula dengan aksara-aksara di Nusantara. Dalam wilayah keberaksaraan Sunda, terdapat beberapa jenis aksara yang digunakan pada naskah kuna. Di antara naskah itu yang paling menonjol adalah aksara Sunda kuna dan aksara Buda/Gunung. Aksara Sunda kuna kini telah distandardisasi menjadi aksara Sunda baku. Hal ini berdasarkan pertimbangan ciri khas aksara yang melambangkan kearifan lokal kreatifitas intelektual Sunda zaman dulu. Lanjutkan membaca...

Kairaga.com © 2017
Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com