Ḍuka Saṅka ri Dewata

Dalam proses pembacaan téks Jawa Kuno pada salah satu naskah Śikṣā Guru koleksi Perpusnas yang sedang digarap bersama dengan Aditia Gunawan, ternyata téks pada beberapa lempir akhir berganti bahasa menjadi Sunda Kuno, terlihat dari penggunaan partikel ‘ma’ dan kosakata Sunda Kuno yang khas. Di bawah ini adalah potongan teks Śikṣā Guru yang menyebutkan ḍuka saṅka […]

Aér Mawar

Dalam kamus bahasa Sunda Satjadibrata kata érmawar artinya ‘bunga ros putih’, sedangkan menurut Jonathan Rigg dalam a Dictionary of Sundanese Language of Java, terdapat kata ayěr mawar yang berarti ‘Rose-water-Properly Malay‘, dalam léma lain dijelaskan lebih lengkap ‘Ayěr mawar, Rose water. The word Ayěr is not Sunda, but Malay, and shows whence the designation has […]

Sembah Hyang

Oleh Ilham Nurwansah Seperti halnya dalam bahasa Jawa Kuna, di dalam bahasa Sunda Kuna juga ditemukan kata sembah hyang. Kata ini dalam KBBI tampaknya mengalami penyederhanaan bentuk menjadi sembahyang dan bergeser artinya menjadi “1. salat” (khusus untuk Islam), selain “2. permohonan (doa) kepada Tuhan” yang berarti lebih umum. Dalam hal ini entitas “Hyang” pada teks […]

Kasaya, Wuduk; Rasa Gurih?

Oleh Ilham Nurwansah Sarapan pagi tentu saja sangat nikmat jika ditemani nasi uduk. Dalam bahasa Sunda disebut wuduk. Menurut Kamus Basa Sunda Sacadibrata, wuduk yaitu nasi yang dikukus dengan santan kelapa, baik yang menggunakan kunyit ataupun tidak. Umumnya, dalam bahasa Indonesia disebut ‘nasi uduk’ untuk yang berwarna putih, sedangkan yang menggunakan kunyit berwarna dan kuning […]

“Kropak” Naskah Sunda Kuna

Aspék kodikologi dari naskah Sunda kuno mungkin belum begitu menjadi perhatian sebagai objék kajian. Padahal, jika ditelisik lebih dekat, banyak sekali yang dapat digali. Gambar-gambar berikut ini adalah kotak kayu yang sering disebut “kropak” atau “koropak” dalam bahasa Sunda dari naskah “Serat Séwaka” (judul berdasarkan katalog naskah Perpusnas, 1998) dengan kode 16 L 633, koleksi […]