Seminar Internasional Pernaskahan Nusantara 2017

Kairaga.com – Tahun ini Perpusnas RI kembali mengadakan event tingkat internasional yang bertajuk Seminar Internasional Pernaskahan Nusantara 2017. Dari situs resminya yang dapat diakses di alamat http://fnn3.perpusnas.go.id/semipernas2017/,  dijelaskan bahwa Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret dan Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) menyelenggarakan Seminar Internasional Pernaskahan Nusantara “Naskah Kuno sebagai Sumber Ilmu Pengetahuan dan Peradaban Nusantara: Memperteguh Kebhinekaan dan Memperkuat Restorasi Sosial” di Universitas Sebelas Maret, Surakarta, 25-26 September 2017. Lanjutkan membaca...

Sundalana 12: Memelihara Sunda (Bahasa, Seni, dan Sastra)

Kairaga.com – Penerbitan Buku Séri Sundalana nomor ini memusatkan perhatian pada pentingnya kegiatan menyelamatkan, memelihara, dan mengembangkan tiga di antara banyak aspek kebudayaan Sunda, yakti aspek kebahasaan, kesenian dan kesastraan. Tentu, aspek-aspek lainnya di luar bahasa, seni dan sastra tidak kurang pentingnya. Betapapun, sejauh yang dapat diikuti dalam pengalaman menerbitkan buku seri ini, para pemerhati kebudayaan Sunda yang sejauh ini berbaik hati menyumbangkan hasil pemikiran atau penelitian mereka untuk dimuat dalam buku ini pada umumnya sangat menekankan ketiga aspek tersebut. Lanjutkan membaca...

Menulis Nama dengan Aksara Sunda

Kairaga.com Untuk menuliskan nama dengan aksara Sunda, sesungguhnya tidak begitu sulit. Namun demikian ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan. Hal yang utama yang harus diperhatikan dalam penulisan aksara Sunda adalah sistem ejaan yang berbeda dengan aksara Latin. Aksara Sunda ditulis dengan sistem silabik (satu huruf, satu suku kata), sedangkan aksara Latin menggunakan sistem fonetik (satu huruf, satu suara). Contohnya untuk menulis nama yang dibaca “Nala” dalam aksara Sunda cukup dituliskan dengan dua aksara yaitu “ᮔᮜ”, sedangkan dengan aksara Latin ditulis dengan empat aksara yaitu “Nala”. Lanjutkan membaca...

Wawacan Surya Ningrat (buku)

Judul : Wawacan Surya Ningrat
Alih Aksara: Dedi Koswara & Nanin Nurnaningsih
Penerbit: CV Mughni Sejahtera (Bandung)
Tahun terbit: 2009
Jml. Halaman: viii+192

Kairaga.com — Wawacan Surya Ningrat bercerita tentang seorang raja yang bernama Dhuryan yang ingin mempersunting gadis bernama Ratna Ningrum, anaknya Patih Salyanegara dari negeri Dursellan. Ratna Ningrum tidak mau diperistri oleh Raja Dhuryan, menolak lamaran yang telah disampaikan kepadanya, sampai akhirnya Ratna Ningrum pergi meningalkan negeri untuk mengembara. Lanjutkan membaca...

Naskah Sunda Kuno Berceceran di Masyarakat

Tulisan ini adalah arsip cadangan, sebelumnya telah dimuat di laman Kompas.com tanggal 20 Juli 2012.

BANDUNG, KOMPAS.com — Naskah Sunda kuno yang berisi berbagai petunjuk kehidupan mulai dari tradisi, nilai-nilai hingga tata cara bercocok tanam banyak berceceran di masyarakat. Keluarga pewaris biasanya tidak bisa menterjemahkan tulisan-tulisan terutama yang tertera dalam daun nipah, sehingga warisan leluhur itu dibiarkan lapuk dimakan usia.

Hal itu diungkapkan sejumlah peneliti dari Institut Budaya Sunda (Ibu Sunda) Jumat (20/7/2012) di Bandung, Jawa Barat. Lanjutkan membaca...

Naskah Kuno, Harta Karun yang Terancam

Tulisan ini adalah arsip cadangan, sebelumnya dimuat pada CNN Indonesia tanggal 4 Juli 2017.

Naskah kuno di Perpustakaan Nasional. (Foto: Ari Saputra/Detikcom)

Bandung, CNN Indonesia — Naskah Sunda kuno merupakan salah satu aset nasional yang berisi tentang pengetahuan budaya nenek moyang masyarakat lokal. Hingga saat ini penelitian dan informasi tentang naskah kuno itu sendiri masih rendah karena kurangnya orang yang berkecimpung dalam hal ini.

Keberadaan naskah Sunda kuno saat ini tersebar di masyarakat, museum-museum, maupun perpustakaan nasional. Namun saat ini kondisi dari naskah Sunda kuno yang tersebar di masyarakat dalam keadaan rusak dan tidak terpelihara dengan baik. Lanjutkan membaca...

Kairaga.com © 2017
Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com