Font Aksara Sunda: Kalakay.ttf

Kairaga.com –   Setelah beberapa lama belum mengeluarkan font, kali ini Kairaga.com dengan senang hati menghadirkan satu buah font Sunda dengan gaya baru, dengan nama font Kalakay.ttf. Sesuai dengan namanya, “Kalakay” dalam bahasa sunda berarti ‘ranting’, font ini dibuat dengan bentuk menyerupai ranting.

Seluruh karakter

Contoh penggunaan

Untuk mendapatkan font Kalakay silakan unduh pada tautan di bawah ini. Klik Like atau Twitt untuk membuka tautan unduhan.

Font Kalakay masih menggunakan blok Unicode Latin (ANSI), sehingga tidak memerlukan driver keyboard aksara Sunda Unicode. Sistem pemrogaman menggunakan fitur standar, tanpa kerning dan perpindahan posisi rarangkén otomatis. Dengan demikian tanda panéléng harus diketik manual, sebelum aksara ngalagena. Posisi rarangkén yang berada di atas atau di bawah masih belum tepat di tengah. Untuk kritik dan saran pengembangan font ini, silakan kirim pesan melalui email info@kairaga.com atau dapat dituliskan di kotak komentar. Lanjutkan membaca...

Tidak ada kapital dalam aksara Sunda

Kairaga.com – Ulasan kali ini masih seputar kesalahan penulisan dan pengetikan aksara Sunda. Seorang teman saya dari Cianjur mengirimkan foto sepasang papan nama Jalan dari ruas jalan baru, yaitu Jalan Veteran atau disebut juga sebagai jalur Lingkar Selatan. Bila dilihat sepintas, tampaknya tidak ada yang salah dengan nama jalannya. Kata Veteran ditulis dengan ejaan dan aksara Sunda secara benar, yaitu Véteran. Tapi coba perhatikan kata “jalan” dalam papan nama jalan di atas.

Penulisan kata “jalan” pada papan nama jalan di atas kurang tepat karena dibaca menjadi “nyalan”. Saya kira masalahnya kurang lebih sama dengan penulisan papan nama ruang kelas, yaitu kurangnya pemahaman cara penulisan dan pengetikan aksara Sunda. Lanjutkan membaca...

Mahasiswa Uhamka Peduli dengan Naskah Kuno dan Aksara Sunda

Jakarta 22/1 — Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dari Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka, mengadakan Seminar Filologi dan Penulisan Aksara Sunda dengan tema “Mengenal Filologi dan Naskah Sunda Sebagai Salah Satu Upaya Penyelamatan Budaya Bangsa”. Seminar ini dilaksanakan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan dosen mereka.

Sebelum melaksanakan seminar, para mahasiswa melakukan penelitian di berbagai daerah Provinsi Jawa Barat antara lain dengan mengunjungi Universitas Padjajaran, Candi Cangkuang, Museum Prabu Geusang Ulun. Di tiga tempat tersebut, mereka meneliti berbagai naskah kuno. Setelah meneliti naskah-naskah kuno, mereka mengetahui bahwa nenek moyang Bangsa Indonesia itu cerdas karena telah mengenal huruf-huruf, membaca dan menuangkan ide-ide mereka dalam sebuah tulisan. Dalam naskah-naskah kuno yang telah dikaji terdapat berbagai macam pembahasan seperti tentang mantra cinta, sosial, kebudayaan, pengobatan dan itu masih bisa digunakan sampai sekarang. Lanjutkan membaca...

Karsono H. Saputra

Kairaga.com — Karsono H. Saputra lahir di sebuah desa kecil di Prambanan, Klaten; menyelesaikan pendidikan hingga SMA di Klaten dan menyelesaikan S1 di Jurusan Sastra Daerah Fakultas Sastra (sekarang Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya-FUB) Universitas Indonesia tahun 1988. Sejak itu ia mengajar di almamaternya untuk mata kuliah penguasaan bahasa Jawa, sastra dan Filologi.

Dunia kepeulisan mulai digelutinya sejak SMP. Ia menulis baik esai, fiksi, maupun ilmiah. Karya fiksinya yang sudah diterbitkan antara lian Matahari Senja Kala (1990), Genderang Perang di Padang Kurusetra (1991), dan Ketika Mata Merajut Cinta (2002); kumpulan puisi tunggalnya yang sudah terbit antara lain Sajak-sajak Pendek Bulan Terang (2002), Bulan di Lengkung Langit (2005), dan Sketsa (2006); serta karya-karya ilmiah yang sudah terbit antara lain Aspek Kesetaraan Serat Panji Angreni (1998), Sekar Macapat (2001), Puisi Jawa. Struktur dan Estetika (2001), dan Percik-percik Bahasa dan Sastra Jawa (2005) Lanjutkan membaca...

MASKAR: Aksara Sunda dan Masyarakat

(dok. MASKAR)

Kairaga.com – Di Kabupaten Karawang, ada sebuah komunitas yang secara konsisten mensosialisasikan aksara Sunda yaitu MASKAR, singkatan dari Mikadeudeuh Aksara Sunda Karawang. Mikadeudeuh dalam bahasa Sunda artinya “mencintai”. Aksara Sunda dicintai sebagai bagian budaya Sunda yang luhung dan menjadi identitas kebangsaan dalam kebhinekaan.

Komunitas yang didirikan tanggal 1 Mei 2015 oleh  Kuwat Apriyanto (Den Apri Supard), Tahyudin (Tah Ieu Yudin), Asep Sopiana (Apép) dan Deni Setiadi melalui situs jejaring sosial Facebook ini memiliki tujuan untuk menjaga dan melestarikan salah satu budaya Sunda yaitu Aksara Sunda. Dengan demikian diharapkan kita dapat merasa mencintai dan merasa memiliki aksara Sunda. Lanjutkan membaca...

Naskah, Teks dan Metode Penelitian Filologi

bk_nabilah_1Judul: Naskah, Teks dan Metode Penelitian Filologi
Penulis: Prof. Dr. Nabilah Lubis, MA
Penerbit: Yayasan Media Alo Indonesia
Tahun terbit: 2001 (cetakan kedua)
Jml. Hlm.: vi+103

Kairaga.com – Buku Naskah, Teks dan Metode Penelitian Filologi ini berisi teori, sejarah perkembangan dan metode penelitian Filologi, terutama terhadap naskah-naskah keagamaan Islam di Indonesia. Pada mulanya buku ini adalah kumpulan materi kuliah yang digunakan dalam mata kuliah kajian naskah. Di dalam cetakan kedua ini diadakan penambahan dan penyempurnaan terhadap materi cetakan pertama. Lanjutkan membaca...

Kairaga.com © 2018
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com