Aksara Sunda

Kairaga.com — Buku berjudul Aksara Sunda ini disusun oleh Tedi permadi, Edi S. Ekadjati, Undang A. Darsa dan Idin Baidillah, terbit oleh Penerbit Yayasan Galura pertama kali tahun 1999, dengan cetakan ketiga pada tahun 2000.

Di dalamnya terdapat penjelasan mendasar mengapa aksara Sunda perlu distandardisasi dan dibakukan. Wujud aksara Sunda baku dengan berpatokan pada aksara Sunda kuna dijelaskan dengan cara penulisan garis setiap aksara, penggunaan rarangken dan vokalisasi, serta penerapannya pada kalimat. Selain itu, disajikan pula lembar-lembar latihan untuk menulis Aksara Sunda baku Lanjutkan membaca...

Pedoman Ringkas: TRANSLITERASI, EDISI, DAN TERJEMAHAN: AKSARA SUNDA KUNA, BUDA, CACARAKAN,DAN PEGON

ISBN: 978-602-8460-23-1
Lihat daftar isi

Kairaga.com — Buku ini adalah suplemen mata kuliah Filologi di Departemen Pendidikan Bahasa Daerah, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra UPI. Disusun oleh Dr. Ruhaliah, M.Hum dengan penyajian yang ringkas namun cukup lengkap.

Meskipun diperuntukkan sebagai suplemen kuliah, tetapi buku ini dapat digunakan juga oleh peneliti lainnya sebagai pedoman umum yang ringkas. Di dalamnya disajikan materi untuk transliterasi (alihaksara), edisi, dan terjemahan untuk aksara Sunda kuna, buda/gunung, cacarakan, dan aksara Pegon. Lanjutkan membaca...

Workshop Penulisan Aksara Sunda, Bapusipda Jawa Barat

Kairaga.com — Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat (Bapusipda) menggelar Workshop Peningkatan Layanan Implementatif tentang Menulis Aksara Sunda, dengan tema “Melestarikan Budaya Sunda dengan Menulis Aksara Sunda”. Kegiatan ini diselenggatakan pada hari Rabu (19/10/16) di Aula Lantai IV Gedung Layanan Perpustakaan Bapusipda Jawa Barat, Jl. Kawaluyaan Indah II No. 4 Bandung.

Kegiatan ini diikuti peserta sebanyak 50 orang yang terdiri atas siswa SMA/K dan MA se-Kota Bandung. Adapun pematerinya yaitu Rahmat Sopian, M.Hum dengan topik “Mengenal Kembali Aksara Sunda”, Ilham Nurwansah, M.Pd dengan topik “Komputerisasi Aksara Sunda”, dan Edi Dolan “Desain Aplikasi dan Kaligrafi Aksara Sunda”. Lanjutkan membaca...

Aksara Sunda di Meizu M2 note & Alcatel Flash

Kairaga.com — Kabar gembira bagi para peminat aksara Sunda kali ini datang dari gadget Android besutan Meizu dan Alcatel. Informasi ini saya dapatkan dari Kang Utis yang bergiat di Fate Library Studio, Bandung, yang menguji kompatibilitas aksara Sunda pada beberapa ponsel Android baru tanpa melakukan root dan instal font.

Meizu M2 Note

Ponsel Meizu M2 Note yang diuji menggunakan OS Flyme 5.1 (tanpa root), setelah diupdate dari OS bawaan Flyme v4.5. Ponsel ini mampu membaca aksara Sunda berbasis Unicode tanpa harus menginstal font secara manual dari luar sistem. Hal ini dikarenakan font aksara Sunda sudah terdapat pada sistem operasi bawaan. Dengan keberadaan font aksara Sunda bawaan ini, seluruh aplikasi yang terdapat aksara Sunda Unicode mampu dibaca dengan baik. Misalnya saja dapat membaca aksara Sunda di browser internet, SMS, catatan, email, messenger (BBM, LINE, Whatsapp dll) dan aplikasi lainnya. Hanya saja, ponsel ini belum dilengkapi keyboard aksara Sunda. Untuk mengetik aksara Sunda diperlukan aplikasi keyboard tambahan Multiling O Keyboard yang dapat diunduh di Playstore. Lanjutkan membaca...

Noto Sans Sundanese: Font Aksara Sunda Besutan Google

Kairaga.com — Google mengembangkan keluarga font yang disebut Noto (“no more tofu”), tujuannya yaitu untuk mendukung seluruh bahasa dengan tampilan yang baik. Noto adalah sebuah jawaban dari Google untuk menjawab tanda kotak “tahu” pada karakter-karakter aksara yang tidak terbaca oleh komputer. Font Noto dibuat agar dapat menampilkan seluruh karakter aksara yang terdaftar pada blok Unicode dan disediakan secara gratis di situs https://www.google.com/get/noto/.

Aksara Sunda termasuk font yang dikembangkan oleh proyek Noto, di samping font aksara-aksara daerah Nusantara lainnya, seperti aksara Jawa, Batak, Bali, dan Bugis. Tipe font aksara Sunda Noto yaitu sans serif, tanpa kait dengan nama Noto Sans Sundanese. Bentuknya berdasarkan karakter standar Unicode. Hanya saja setiap ujungnya memiliki sudut runcing, sedangkan font Sundanese Unicode memiliki ujung yang lebih bundar. Font ini dapat diunduh melalui laman berikut https://www.google.com/get/noto/#sans-sund. Lanjutkan membaca...

Jam Dinding Siddhapurna, Aksara dan Wanci Sunda

Jam Sunda Siddhapurna.

Kairaga.com — Dalam sehari waktu dibagi menjadi 24 jam. Nah, istilah-istilah tiap jam dalam sehari dengan bahasa Sunda juga ada lho. Misalnya saja istilah meleték srangéngé digunakan untuk menunjukkan waktu jam 7 pagi. Sedangkan haneut moyan untuk jam 8 pagi. Seluruh istilah khusus penunjuk waktu dalam bahasa Sunda lainnya diterapkan pada jam dinding Siddhapurna.

Jam dinding yang dikreasikan oleh Hayati Mayang Arum ini menggunakan aksara Sunda sebagai penunjuk angka jam. Dengan konten yang menarik, jam ini sangat disarankan untuk digunakan untuk media pembelajaran waktu dalam bahasa dan aksara Sunda, sesuai dengan moto produk ini “Gentra Winaya” ‘mengajak untuk belajar’. Lanjutkan membaca...

Kairaga.com © 2018
Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com