Tag: Cacarakan

Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa Parwa 1-2

Judul: Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa Parwa 1-2
Penyimpan: Museum Sri Baduga
No. inv: 07.14
Bahan: Kertas Daluang
Aksara: Cacarakan
Bahasa: Jawa Cirebon
Jml. Halaman: 174

Deskripsi Naskah
Naskah ini berasal dari Cirebon, dijilid dengan karton tebal yang dilaisi kain blacu wara putih. Kertas menguning, tulisan mulai pudar ukurannya 36cm x 27 cm, dengan ukuran teks 33,5 cm x 26,5 cm, dan ruang tulisan 27 cm x 16,5 cm. Ditulis dengan tinta hitam bolak-balik, setiap halaman terdiri atas 22, awal 10 dan akhir 22 baris. Bentuk karangan prosa yang berisi paparan kisahan, selesai ditulis pada tanggal 22 bulan Badhra 1607 saka (17 September 1685 Masehi), yang diprakarsai oleh Pangeran Wangsakerta yang bergelar Abdulkamil Muhammad Nasarudin. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Pustaka Nagara Kretabhumi 1-5

Judul: Pustaka Nagara Kretabhumi 1-5
Penyimpan: Museum Sri Baduga
No. inv: 07.12
Bahan: kertas daluang
Aksara: Cacarakan
Bahasa: Jawa Cirebon
Jml. Halaman: 142 halaman

Deskripsi Naskah
Keadaan naskah cukup baik, utuh, masih lengkap, dan masih dapat dibaca. Naskah ini berukuran 27 x 36,7 cm dengan ukuran ruang tulisan 20,4 x 29,6 cm, jumlah baris per halaman 22 baris. Halaman awal 10 baris, dengan jarak antar baris 1 cm. Naskah ini teksnya berbentuk prosa, ditulis mengunakan tinta berwarna hitam, terdapat penomoran pada pias atas tengah. Naskah ini dikarang atau disusun oleh Pangeran Wangsakerta di Keraton Cirebon pada 14 paruh bulan gelap, masa çatra 1619 Saka (1697 masehi) berasal dari Cirebon. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Mumu, ‘Pemburu’ Naskah Kuno Demi Budaya Sunda

Tulisan ini adalah arsip salinan, sebelumnya telah dimuat pada laman Nationalgeographic.co.id tanggal 16 Januari 2012.

Munawar Holil/Zika Zakia

“Halo, selamat siang,” sapa ramah seorang pria berkacamata dengan kemeja batik siang itu. Setelah bersalaman dan berbincang sebentar dengan penulis, raut pria bernama Munawar Holil, dosen Ikthisar Sastra Sunda Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Indonesia, itu berubah serius ketika mulai membicarakan soal Naskah Sunda Kuno (NSK).

Inilah bidang ilmu yang menjadi keahliannya sejak masih di bangku kuliah jurusan Sastra Daerah Fakultas Sastra UNPAD di tahun 1988. “Banyak orang yang salah paham soal Naskah Sunda Kuno. Mereka kira dengan tulisan tertentu itu adalah naskah kuno, padahal naskah kuno itu adalah yang terbit sebelum abad ke-16, masa pra islam. Huruf yang digunakan pun adalah huruf Pegon (huruf Arab yang dimodifikasi) atau yang menggunakan huruf Cacarakan,” kata Kang Mumu, sapaannya, saat berbincang di FIB pekan lalu. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Naskah Sunda asal Jampang Berhasil Diterjemahkan

Tulisan ini adalah arsip cadangan, sebelumnya dimuat di laman National Geographic (9 Januari 2012)

Naskah Sunda Kuno asal Jampang/Zika Zakiya

Satu naskah Sunda asal Jampang Kulon, Sukabumi, Jawa Barat, berhasil diterjemahkan oleh Dosen Ikthisar Sastra Sunda Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Indonesia, Munawar Holil. Naskah di atas kertas tipis yang menggunakan aksara Cacarakan (Sunda-Jawa) itu didapatnya dari mahasiswa Pakuan, Bogor, dan dikerjakan selama satu minggu.

Dari hasil penerjemahan, diketahui jika naskah ini berisi cerita soal Nyai Pohaci Sanghyang Asri atau lebih dikenal dengan Dewi Sri. Serta berisi nasihat agar manusia bersyukur karena semua yang ada di Bumi berasal dari Kahayangan (Dewa-dewa). Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0
Kairaga.com © 2018
Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com