Tag: naskah sunda

Katalog Induk Naskah-naskah Nusantara Jilid 5A – Jawa Barat: Koleksi Lima Lembaga

Penyusun : Edi S. Ekadjati & Undang A. Darsa
Penyunting : Oman Faturahman
Penerbit : Yayasan Obor Indonesia – Ecole Francaise D’Extreme-Oriente
Tahun terbit : 1999
Jml. Hlm. : 858
ISBN : 979-461-331-2

Kairaga.com — Katalog naskah yang disusun oleh Edi S. Ekadjati dan Undang A. Darsa, serta disunting oleh Oman Faturahman ini merupakan jilid kelima dari enam jilid seri Katalog Induk Naskah-Naskah Nusantara yang diterbitkan tahun 1999 oleh Yayasan Obor Indonesia, bekerja sama dengan Ecole Francaise D’Extreme-Oriente (EFEO). Di dalamnya termuat sebanyak 1.012 data naskah dari koleksi lima lembaga di Jawa Barat, yaitu Museum Negeri Propinsi Jawa Barat “Sri Baduga” Bandung, Museum Pangeran Geusan Ulun Sumedang, Keraton Kasepuhan Cirebon, Keraton Kacirebonan Cirebon, dan EFEO Bandung. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Dari Naskah Sunda Kuno hingga Belanda

Tulisan ini adalah arsip cadangan, sebelumnya dimuat pada laman Koran-sindo.com tanggal 22 Januari 2016.

Mengenal budaya Sunda menjadi salah satu wujud identitas diri yang wajib dilakukan setiap warga Jawa Barat. Kehadiran Perpustakaan Ajip Rosidi yang diresmikan pada 15 Agustus 2015 lalu, kini dapat menjadi wahana edukasi yang dimanfaatkan masyarakat untuk mendalami kebudayaan Sunda.

Perpustakaan yang bertempat di Jalan Garut, Kota Bandung, itu berdiri tegak di lahan seluas 916 meter persegi dan menjadi pusat perpustakaan seni Sunda satu-satunya di provinsi ini. Hal ini karena di gedung tiga lantai ini memiliki koleksi buku kesundaan yang cukup banyak. Pustakawan perpustakaan tersebut, Ali Musa, 62, mengku saat pertama kali diresmikan koleksi buku di Perpustakaan Ajip Rosidi berjumlah 20.000. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Seminar Bedah Naskah Pangeran Wangsakerta

Salinan (foto hitam-putih) naskah Pangeran Wangsakerta dok. Ilham Nurwansah

Salinan (foto hitam-putih) naskah Pangeran Wangsakerta dok. Ilham Nurwansah

Naskah Pangeran Wangsakerta telah lama menjadi polemik yang belum memiliki titik temu pendapat para peneliti. Berbagai kontroversi dan keberpihakan pendapat baik pro maupun kontra masih dapat ditemukan hingga saat ini. Museum Negeri Sri Baduga Jawa Barat pada hari Selasa (23/4/2013) menggelar kegiatan seminar Bedah Naskah Pangeran Wangsakerta di aula serbaguna Museum Sri Baduga, Jl. BKR No. 185 Bandung.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya untuk mencari titik temu terhadap kontroversi naskah Pangeran Wangsakerta, dengan beberapa bukti baru yang telah didapatkan dari penelitian mutakhir masa kini. Pemateri seminar yang dihadirkan pada kegiatan tersebut yaitu Sri Mulyani (Kepala Museum Sri Baduga), Dr. Undang Ahmad Darsa, M.Hum (Filolog), Dr. Tedi Permadi, M.Hum. (Kodikolog), dan Dr. Mumuh Muhsin Z. (Sejarawan). Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Naskah Sunda dan Penelitian

PENGERTIAN

 A. Naskah Sunda

  • Naskah Sunda adalah naskah yang disusun dan ditulis di wilayah Sunda (kini Jawa Barat dan Banten) dan naskah-naskah yang berisi cerita atau uraian yang bertalian dengan wilayah dan orang Sunda sebagai inti dan pokok naskah (Ekadjati, 1988:4);
  • Membuat batasan secara tepat tentang istilah naskah Sunda ini sangat sulit karena di dalamnya terkandung indikator meliputi etnis, bahasa dan wilayah (Kalsum, 2006).
  • Isi naskah di Museum Nasional (kini menjadi koleksi Perpustakaan Nasional RI) – Jakarta dan Negeri Belanda dikelompokan ke dalam 12 jenis, yaitu: (1) agama, (2) uraian tentang kebahasaan, (3) hukum/aturan, (4) kemasyarakatan, (5) mitologi, (6) pendidikan, (7) pengetahuan, (8) primbon, (9) sastra, (10) sastra sejarah, (11) sejarah, (12) seni (Ekadjati, 1988:34-151);
  • Lanjutkan membaca...

    Ikuti dan bagikan:
    0
    Kairaga.com © 2017
    Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com