Tag: Pusat Studi Sunda

Sundalana 12: Memelihara Sunda (Bahasa, Seni, dan Sastra)

Kairaga.com – Penerbitan Buku Séri Sundalana nomor ini memusatkan perhatian pada pentingnya kegiatan menyelamatkan, memelihara, dan mengembangkan tiga di antara banyak aspek kebudayaan Sunda, yakti aspek kebahasaan, kesenian dan kesastraan. Tentu, aspek-aspek lainnya di luar bahasa, seni dan sastra tidak kurang pentingnya. Betapapun, sejauh yang dapat diikuti dalam pengalaman menerbitkan buku seri ini, para pemerhati kebudayaan Sunda yang sejauh ini berbaik hati menyumbangkan hasil pemikiran atau penelitian mereka untuk dimuat dalam buku ini pada umumnya sangat menekankan ketiga aspek tersebut. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Dari Naskah Sunda Kuno hingga Belanda

Tulisan ini adalah arsip cadangan, sebelumnya dimuat pada laman Koran-sindo.com tanggal 22 Januari 2016.

Mengenal budaya Sunda menjadi salah satu wujud identitas diri yang wajib dilakukan setiap warga Jawa Barat. Kehadiran Perpustakaan Ajip Rosidi yang diresmikan pada 15 Agustus 2015 lalu, kini dapat menjadi wahana edukasi yang dimanfaatkan masyarakat untuk mendalami kebudayaan Sunda.

Perpustakaan yang bertempat di Jalan Garut, Kota Bandung, itu berdiri tegak di lahan seluas 916 meter persegi dan menjadi pusat perpustakaan seni Sunda satu-satunya di provinsi ini. Hal ini karena di gedung tiga lantai ini memiliki koleksi buku kesundaan yang cukup banyak. Pustakawan perpustakaan tersebut, Ali Musa, 62, mengku saat pertama kali diresmikan koleksi buku di Perpustakaan Ajip Rosidi berjumlah 20.000. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Arab Pegon, Naskah Sunda Kuna Yang Diabaikan

Tulisan ini adalah arsip cadangan, sebelumnya dimuat pada laman Ayobandung.com tanggal 15 Agustus 2015.

Ilustrasi (4.bp.blogspot.com)

Bandung- Tulisannya meliuk-liuk layaknya  tulisan arab. Tapi jika dibaca, tulisan tersebut berlafal Sunda. Namanya adalah Arab Pegon atau naskah sunda kuna yang digunakan ketika Islam mulai masuk ke Tatar Sunda.

Sekitar abad ke-17 hingga ke-20, warga Sunda menggunakan arab pagon lantaran belum mengenal huruf latin. Awalnya, tulisan itu digunakan oleh para penghuni pesantren. Isi dari naskah sunda kuna ini biasanya berisi cerita, mantra, hingga jimat.

Meskipun berasal dari Tatar Sunda, naskah yang satu ini mayoritas bermukim di Belanda. Konon, naskah-naskah itu terbawa ke Belanda, ketika masa penajajahan Belanda berakhir di Indonesia. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Mencari Gerbang Pakuan

Judul: Mencari Gerbang Pakuan dan kajian lainnya mengenai Budaya Sunda
Seri: Sundalana 5
Penerbit: Pusat Studi Sunda, Bandung
Tahun terbit: 2006
hlm: 166 halaman

Dalam buku Seri Sundalana ini disajikan empat tulisan karya almarhum Saleh Danasasmita (1933-1968), ahli sejarah Sunda Kuno. Keempat tulisan tersebut, yang berkaitan dengan sejarah Sunda zaman Kerajaan Pajajaran atau Kerajaan Sunda, merupakan bagian dari hasil studi Saleh yang selama ini hanya terbaca di lingkungan yang relatif terbatas. Dengan keahliannya di bidang filologi dan ketelitiannya dalam upaya melacak sumber-sumber sejarah, Saleh mampu menyibak lembar demi lembar tabir yang sebelumnya menutupi kenyataan sejarah masyarakat dan kerajaan Sunda. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0
Kairaga.com © 2017
Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com