Kategori: Artikel Bahasa Indonesia

Menggagas Pusat Naskah Nusantara

Penulis besar Mark Twain, pernah memberikan definisi yang cukup “menggelitik” tentang arti kata “klasik”. Menurutnya, klasik (baca: buku klasik) adalah sesuatu yang “Dipuji banyak orang, tetapi tidak dibaca”. Tiba-tiba saya jadi teringat dengan Naskah (manuskrip) Nusantara yang saat ini kurang lebih gejalanya sama: “banyak orang berdecak kagum, tetapi tidak dibaca”. Pada awalnya saya berharap itu […]

Warugan Lemah: Pola Permukiman Sunda Kuna

Gunung teu beunang dilebur Lebak teu beunang diruksakLarangan teu meunang dirempakBuyut teu meunang dirobahLojor teu meunang dipotongPondok teu meunang disambungNu lain kudu dilainkeun(Pikukuh masyarakat Kanékés) PendahuluanJika orang Cina memiliki Feng-Shui, orang Sunda memiliki Warugan Lemah (selanjutnya disingkat WL). Pengetahuan tentang pola pemukiman (kampung, wilayah kota, dan umbul) masyarakat Sunda pada masa lalu ini, tertera dalam […]

Membuka Peti Naskah Sunda Kuna di Perpustakaan Nasional RI: Upaya Rekatalogisasi

Naskah Sunda kuna (selanjutnya NSK) tersebar di beberapa tempat penyimpanan, baik di dalam maupun di luar negeri, baik tersimpan dengan sistem baku dan sistematis di lembaga penyimpanan maupun yang masih tersebar di masyarakat umum (lih. Ekadjati, 1988; Chambert-Loir & Fathurahman, 1999: 181-188). Berdasarkan penelusuran katalog, baik yang sudah maupun belum diterbitkan, jumlah NSK tidak sebanyak […]

Naskah Sunda: Khazanah, Akses, dan Identitas

Urang buka tutungkusanNu kahalang ku pipindingDina gebang séwu lontarDina tulis titis tulisMaca uga na warugaAtra sétra kanti sukma PendahuluanSatu tahun yang lalu, tepatnya tanggal Juli tahun 2010, Masyarakat Pernaskahan Nusantara (MANASSA), sebuah organisasi profesi di Indonesia yang bergelut di bidang pernaskahan, mengadakan Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara (SIPN) yang ke-13. Tema yang diangkat dalam simposium tersebut […]

Naskah-naskah Islam Sunda Kuna

Dalam periodisasi sejarah kebudayaan Sunda, masa-masa peralihan selalu menampilkan sisi menarik untuk dikaji lebih jauh. Tengok saja, misalnya, studi Mikihiro Moriyama tentang perubahan konfigurasi tulisan dari budaya naskah (manuskrip) ke budaya cetak di Tatar Sunda pada abad ke-19. Dalam hasil kajiannya itu dapat diperoleh gambaran bahwa pada periode tersebut terjadi ketegangan, tarik-menarik kepentingan, antara yang […]

Pemukiman Sunda Kuna

Aditia Gunawan Tiga helai naskah lontar yang kini disimpan di Perpustakaan Nasional RI (PNRI) dengan judul Warugan Lemah (selanjutnya disingkat WL), dengan jelas mengisyaratkan pernah adanya pola hunian yang mapan pada masyarakat Sunda masa lalu. Teks WL berbahasa dan beraksara Sunda kuna. Penanggalannya dapat dirunut pada masa periode pra-Islam, atau ketika agama pribumi, Hindu, dan […]

Purwadaksina

Ada sebuah ungkapan bahasa Sunda yang berbunyi ‘lali ka purwadaksina’. Ungkapan ini bermakna lupa kepada tempat asalnya. Mungkin sama dengan peribahasa kacang lupa kulitnya. Biasanya diungkapkan kepada seseorang yang menjadi OKB alias orang kaya baru yang melupakan keadaan dirinya sebelum menjadi kaya. Seperti Malin Kundang barangkali. Dalam kamus bahasa Sunda karya Danadibrata (2006) dan Hardjadibrata […]

Kai Raga dan Karya-karyanya

Atep Kurnia PADA tradisi menulis naskah kuno yang ada di tatar Sunda, nama pengarang maupun penyalin adalah sesuatu hal yang langka. Berbeda dengan budaya Jawa yang banyak mengenal nama pengarang dan penyalin seperti Mpu Tantular, Mpu Tanakung, Mpu Sedah, dan Mpu Kanwa, di tatar Sunda hingga saat ini hanya dikenal tiga nama: Buyut Ni Dawit, […]