Kairaga.com

Portal Manuskrip Sunda

Tag: Atep Kurnia

Kembalinya “Bujangga Manik”

Oleh: Atep Kurnia

Alkisah, terjadi pencurian karya bangsa Indonesia oleh perantau Inggris di negeri ini, akhir abad ke-16. Ia pulang ke negerinya awal abad ke-17, membawa dua naskah kuno dari Jawa Barat. Dialah Richard James. Bisa jadi ia ikut ekspedisi penjelajah Inggris ke Nusantara (1579-1611). Bisa jadi juga ikut berlayar Sir Francis Drake (1580) ke Pulau Jawa; atau Sir Thomas Cavendish (1587); atau ikut Sir James Lancaster (1601) ke Banten. Saat itu, mungkin ia memperoleh naskah.

Kedua naskah, Rasacarita dan Bujangga Manik, diserahkan Andrew James (kakak Richard) ke Perpustakaan Bodleian, Oxford, Inggris, tahun 1627. Adik bungsu Andrew, Thomas James (1574-1629), pustakawan pertama Perpustakaan Bodleian. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

“Guna Ompoy”, Kuliner dalam Naskah Sunda Kuno


Oleh: ATEP KURNIA; peneliti literasi, bergiat di Pusat Studi Sunda (PSS)

Ada dua rekaman mengenai berbagai jenis kuliner dalam naskah Sunda. Keduanya, naskah Sanghyang Siksakandang Karesian (Kropak 630) dan Sanghyang Swawarcinta (Kropak 626). Dalam Sanghyang Siksakandang Karesian yang diteliti Salah Danasasmita, dkk. dan diterbitkan Sundanologi (1987), itu mengenalkan kita kepada beberapa klasifikasi kuliner yang umum diolah dan dihidangkan pada masa Sunda kuno.

Sarwa Iwiraning olahan ma; nyupar-nyapir, raramandi, nyocobék, nyopong konéng, nyanglarkeun, nyaréngséng, nyeuseungit, nyayang ku pedes, beubeuleman, panggangan, kakasian, hahanyangan, rarameusan, diruruum, amis-amis; singsawatek kaolahan, hareup catra tanya (Segala maccam masakan, seperti: nyupa-nyupir, raramandi, nyocobék, nyopong konéng, nyanglarkeun, nyeuseungit, nyayang ku pedas, beubeuleuman, papanggangan, kakasian, hahanyangan, raramesan, diruum diamis-amis; segala masam masakan, tanyalah hareup catra).” Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Sundalana 12: Memelihara Sunda (Bahasa, Seni, dan Sastra)

Kairaga.com – Penerbitan Buku Séri Sundalana nomor ini memusatkan perhatian pada pentingnya kegiatan menyelamatkan, memelihara, dan mengembangkan tiga di antara banyak aspek kebudayaan Sunda, yakti aspek kebahasaan, kesenian dan kesastraan. Tentu, aspek-aspek lainnya di luar bahasa, seni dan sastra tidak kurang pentingnya. Betapapun, sejauh yang dapat diikuti dalam pengalaman menerbitkan buku seri ini, para pemerhati kebudayaan Sunda yang sejauh ini berbaik hati menyumbangkan hasil pemikiran atau penelitian mereka untuk dimuat dalam buku ini pada umumnya sangat menekankan ketiga aspek tersebut. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0
Kairaga.com © 2018