Tag: perpusnas

Penjaga Naskah Kuno Situ Ciburuy, Raih Penghargaan

Tulisan ini adalah arsip cadangan, sebelumnya telah dimuat pada laman Kabarpriangan.co.id.

Nana Suryana, penjaga naskah kuno situs Kabuyutan Ciburuy

NANA Suryana, penjaga Situs Kabuyutan Ciburuy, Desa Pamalayan, Kecamatan Bayongbong, mendapatkan Penghargaan Nugraha Jasadharma Pustaloka dari Perpustakaan Nasional RI.

Nana dianggap berhasil melestarikan naskah kuno sehingga masih terpelihara sampai saat ini.

“Alhamdulillah, saya mendapatkan penghargaan dari Perpustakaan Nasional RI yaitu Penghargaan Nugraha Jasadharma Pustaloka dengan kategori pelestari naskah kuno terbaik. Ini suatu kebanggan bagi saya dan para penjaga Situs Kabuyutan Ciburuy,” ujar Nana saat ditemui di kawasan Situs Kabuyutan Ciburuy, Kamis (14/9/2017). Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Festival Naskah Nusantara III

Kairaga.com – Akhir bulan September ini akan digelar Festival Naskah Nusantara yang ke-III. Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara Perpusnas RI, Manassa dan Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta. Tema yang diusung pada festival kali ini yaitu “Naskah Kuno sebagai Sumber Ilmu Pengetahuan dan Peradaban Nusantara: Memperteguh Kebhinekaan & Memperkuat Restorasi Sosial”. Pelaksanaan festival dimulai dari tanggal 25 September hingga 29 September 2017, di Universitas Negeri Sebelas Maret, Surakarta Jawa Tengah. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Naskah Kuno Perlu Diselamatkan!

Tulisan ini adalah arsip cadangan, sebelumnya dimuat pada laman Kompas.com tanggal 29 Mei 2019.

Ingin mencari barang-barang yang hilang dan ingin mengetahui baik-buruknya hari, tanda-tanda dan lainnya? Lihatlah naskah kuno Primbon yang dipajang di Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Jakarta.

Tetapi, untuk membacanya, pengunjung harus dibantu oleh seorang peneliti dan pengkaji naskah, guna mengetahui isi dari naskah tersebut karena naskah itu masih menggunakan huruf-huruf kuno yang tidak semua orang mengerti artinya. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Naskah Kuno Perlu Ditranskrip Dan Transliterasi

Tulisan ini adalah arsip cadangan, sebelumnya telah dimuat pada laman Republika.com tanggal 29 Mei 2009.

JAKARTA – Naskah-naskah kuno yang tersimpan di Perpustakaan Nasional (Perpusnas) harus segera diselamatkan melalui proses terjemahan (transkrip) dan transliterasi oleh para peneliti, yang kemudian diterbitkan dalam sebuah buku.

“Agar anak-anak jaman sekarang mau membaca naskah kuno itu diperlukan terjemahan oleh peneliti dan pengkaji naskah,” kata Wakil Ketua Lembaga Basa jeung Sastra Sunda (LBSS), Rachmat Taufiq Hidayat, di Jakarta, Rabu (27/5). Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0
Kairaga.com © 2017
Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com