Kairaga.com

Portal Manuskrip Sunda

Kategori: Filologia – ᮖᮤᮜᮧᮜᮧᮌᮤᮃ

Cara Membaca Katalog Naskah Jawa Barat Koleksi Lima Lembaga

Kairaga.com – Buku dengan judul lengkap Katalog Induk Naskah-naskah Nusantara Jilid 5A Jawa Barat Koleksi Lima Lembaga ini disusun oleh Edi. S. Ekadjati dan Undang A. Darsa. Katalog ini adalah jendela dunia pernaskahan di Jawa Barat, sehingga banyak dijadikan rujukan oleh para peneliti. Naskah yang terhimpun dalam katalog ini seluruhnya berjumlah 1.012. Keterangan selengkapnya tentang penerbitan katalog naskah Jawa Barat ini dapat dibaca pada artikel yang admin tulis sebelumnya (baca di sini).

Penulisan keterangan terhadap setiap naskah dilakukan dengan sistematis. Kode-kode khusus ditambahkan sebagai panduan untuk mengakses naskah aslinya pada koleksi lembaga tertentu bila diperlukan. Untuk setiap naskah yang dideskripsikan, data-data yang disertakan adalah sebagai berikut: Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Festival Naskah Nusantara III

Kairaga.com – Akhir bulan September ini akan digelar Festival Naskah Nusantara yang ke-III. Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara Perpusnas RI, Manassa dan Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta. Tema yang diusung pada festival kali ini yaitu “Naskah Kuno sebagai Sumber Ilmu Pengetahuan dan Peradaban Nusantara: Memperteguh Kebhinekaan & Memperkuat Restorasi Sosial”. Pelaksanaan festival dimulai dari tanggal 25 September hingga 29 September 2017, di Universitas Negeri Sebelas Maret, Surakarta Jawa Tengah. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Aksara Sunda dalam Gaya Kaligrafi

oleh Ilham Nurwansah
(diterjemahkan dari Aksara Sunda dina Wanda Kaligrafi, dimuat di majalah Manglé No. 2550)

Kairaga.com — KALIGRAFI atau seni mereka tulisan indah telah biasa digunakan dalam huruf Arab atau huruf Latin. Khususnya pada tulisan formal. Perkembangan kaligrafi untuk kedua aksara tersebut terhitung telah cukup lama. Tetapi untuk aksara Sunda, kelihatannya belum begitu berkembang dalam gaya kaligrafi. Di masyarakat sekarang, aksara Sunda tampaknya baru digunakan untuk menulis biasa atau standar persis seperti bentuk dasarnya. Biarlah saja untuk sementara ini, sebab pengembangan gaya kaligrafi memerlukan waktu. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Seminar Bedah Naskah Pangeran Wangsakerta

Naskah Pangeran Wangsakerta telah lama menjadi polemik yang belum memiliki titik temu pendapat para peneliti. Berbagai kontroversi dan keberpihakan pendapat baik pro maupun kontra masih dapat ditemukan hingga saat ini. Museum Negeri Sri Baduga Jawa Barat pada hari Selasa (23/4/2013) menggelar kegiatan seminar Bedah Naskah Pangeran Wangsakerta di aula serbaguna Museum Sri Baduga, Jl. BKR No. 185 Bandung.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya untuk mencari titik temu terhadap kontroversi naskah Pangeran Wangsakerta, dengan beberapa bukti baru yang telah didapatkan dari penelitian mutakhir masa kini. Pemateri seminar yang dihadirkan pada kegiatan tersebut yaitu Sri Mulyani (Kepala Museum Sri Baduga), Dr. Undang Ahmad Darsa, M.Hum (Filolog), Dr. Tedi Permadi, M.Hum. (Kodikolog), dan Dr. Mumuh Muhsin Z. (Sejarawan).

Dalam kegiatan seminar itu, disampaikan beberapa fakta baru yang selama ini belum terkuak seperti jenis kertas dan tinta yag digunakan serta kualitas bahan naskah yang tergolong berkualitas rendah. Di bawah ini saya sampaikan ringkasan materi pada seminar Bedah Naskah Pangeran Wangsakerta.

Pelestarian dan Pemanfaatan Koleksi Filologika (Naskah Kuna)
di Museum Sri Baduga
Oleh: Sri Mulyati

Pelestarian dan pemanfaatan Naskah Kuna Tertera dalam PERDA (Peraturan Daerah

Ikuti dan bagikan:
0

Naskah Sunda Kuno Berbahasa Jawa Kuno yg di tulis di Tasikmalaya

Naskah Serat Dewabuda terdaftar sebagai khazanah Perpustakaan Nasional dengan nomor register Kropak 638 atau Br. 638 karena merupakan koleksi Brandes. Naskah ini disebut juga Sewakadarma Jawa Kuno. Dalam khazanah naskah Sunda, ada tiga buah naskah yang bernama Sewakadarma sebagai koleksi Perpusnas, yakni: Sewaka Darma (Kropak atau Br. 408), Serat Sewakadarma (Kropak atau Br. 637), dan Serat Dewabuda (Kropak atau Br. 638)—semua koleksi Brandes.

Serat Dewabuda yang berbahasa Jawa Kuno ini ditulis di atas daun nipah. Naskah ini terdiri atas 129 lempir, halamannya berjumlah 255 karena lempir pertama hanya ditulis satu muka, sedangkan lempir terakhir kosong dan lempir sebelumnya ditulisi satu muka saja. Meski berbahasa Jawa namun naskah ini ditulis di Jawa barat, maka dari itu termasuk dalam khazanah naskah Sunda Kuno. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0
Kairaga.com © 2018