Tag: Pegon

Pedoman Ringkas: TRANSLITERASI, EDISI, DAN TERJEMAHAN: AKSARA SUNDA KUNA, BUDA, CACARAKAN,DAN PEGON

ISBN: 978-602-8460-23-1
Lihat daftar isi

Kairaga.com — Buku ini adalah suplemen mata kuliah Filologi di Departemen Pendidikan Bahasa Daerah, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra UPI. Disusun oleh Dr. Ruhaliah, M.Hum dengan penyajian yang ringkas namun cukup lengkap.

Meskipun diperuntukkan sebagai suplemen kuliah, tetapi buku ini dapat digunakan juga oleh peneliti lainnya sebagai pedoman umum yang ringkas. Di dalamnya disajikan materi untuk transliterasi (alihaksara), edisi, dan terjemahan untuk aksara Sunda kuna, buda/gunung, cacarakan, dan aksara Pegon. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Naskah Cianjur: Kitab Juz Amma milik Ust. Jejen

Selain mushaf Al-Qur’an yang ditulis tangan, Ustad Jejen juga memiliki dua naskah lain yang masih menggunakan tulisan tangan. Isinya berupa surat-surat pendek pada Al-Qur’an. Karena naskah-naskah ini masih merupakan bagian dari susunan Al-Qur’an maka aksara dan bahasa yang digunakan adalah Arab. Untuk sementara kedua naskah disebut “kitab Juz Amma”. Naskah ini belum sempat diidentifikasi lebih lanjut isinya, tetapi baru dalam tahap identifikasi fisik saja. Bila ada yang berminat untuk meneliti lebih lanjut isi naskah ini, silahkan hubungi saya. Berikut ini hasil identifikasi saya terhadap naskah Juzz Amma tersebut. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Wawacan Ranggawulung

Judul: Wawacan Ranggawulung
Penyimpan: Museum Sri Baduga
no. inv. : 07.69
Bahan: Kertas folio bergaris
Aksara: Pegon
Bahasa: Sunda
Jml Halaman: 166

Deskripsi Naskah
Keadaan naskah cukup baik, utuh, dan masih dapat dibaca. Naskah ini berukuran 20,6 x 33,5 cm dengan ukuran ruang tulisan 18,2 24,1 cm. Jumlah baris per halaman 16 baris dengan jarak antarbaris 1,6 cm. Naskah ini teksnya berbentuk puisi tembang, ditulis pada 165 halaman dengan menggunakan tinta berwarna hitam, terdapat penomoran pada pias atas tengah. Naskah ini berasal dari Cirebon. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Wawacan Ahmad Muhammad

Judul: Wawacan Ahmad Muhammad
Penyimpan: Museum Sri Baduga (Museum Negeri Jawa Barat)
Kode: 07.38
Bahan: Kertas Eropa
Aksara: Pegon
Bahasa: Sunda
Jml Halaman: 316

Deskripsi Naskah
Keadaan naskah cukup baik, masih utuh, dan masih dapat dibaca. Naskah ini berukuran 17 x 21,5 cm dengan ukuran ruang tulisan 13,2 x 17,6 cm. Jumlah baris per halaman 14 baris dengan jarak antarbaris 0,6 cm. Naskah ini teksnya berbentuk puisi tembang, ditulis menggunakan tinta berwarna hitam dan merah, terdapat 2 lembar pelindung di bagian awal dan akhir, serta penomoran pada pias atas tengah. Naskah yang berasal dari Garut ini kemungkinan teksnya disalin oleh satu orang penyalin. Dalam kolofon dituliskan nama Prawira dari Kebon Kawung, Bandung, selesai ditulis tanggal 11 Sapar 1350 H atau tanggal 21 Maret 1940 M, hari kamis. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Mumu, ‘Pemburu’ Naskah Kuno Demi Budaya Sunda

Tulisan ini adalah arsip salinan, sebelumnya telah dimuat pada laman Nationalgeographic.co.id tanggal 16 Januari 2012.

Munawar Holil/Zika Zakia

“Halo, selamat siang,” sapa ramah seorang pria berkacamata dengan kemeja batik siang itu. Setelah bersalaman dan berbincang sebentar dengan penulis, raut pria bernama Munawar Holil, dosen Ikthisar Sastra Sunda Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Indonesia, itu berubah serius ketika mulai membicarakan soal Naskah Sunda Kuno (NSK).

Inilah bidang ilmu yang menjadi keahliannya sejak masih di bangku kuliah jurusan Sastra Daerah Fakultas Sastra UNPAD di tahun 1988. “Banyak orang yang salah paham soal Naskah Sunda Kuno. Mereka kira dengan tulisan tertentu itu adalah naskah kuno, padahal naskah kuno itu adalah yang terbit sebelum abad ke-16, masa pra islam. Huruf yang digunakan pun adalah huruf Pegon (huruf Arab yang dimodifikasi) atau yang menggunakan huruf Cacarakan,” kata Kang Mumu, sapaannya, saat berbincang di FIB pekan lalu. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0
Kairaga.com © 2017
Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com