Kategori: Naskah Sunda Klasik

Kitab Undang-undang Hindia-Belanda dalam Bahasa Sunda

Buku-buku berbahasa Sunda produksi pemerintah Hindia-Belanda selain dicetak dalam aksara Latin, banyak juga yang menggunakan aksara Cacarakan (Jawa-Sunda). Arsip-arsip ini sekarang sulit dijangkau, selain karena langka, tulisannya juga cukup sulit untuk dibaca. Membaca buku cetak berbahasa Sunda dengan aksara Cacarakan sama saja seperti membaca naskah kuno. Isinya sangat beragam dan menarik untuk dibaca kembali. Salah […]

PENGOBATAN TRADISIONAL DALAM KHAZANAH NASKAH SUNDA[1]

Ruhaliah[2] A.     Pendahuluan Masalah penyakit dan obat tidak pernah terlepas dari kehidupan manusia, dari yang namanya berbau tradisional hingga modern. Berbagai nama penyakit, nama obat, cara penyembuhan, berkembang terus dari masa ke masa, dari tradisional ke modern, dari modern ke tradisional, dari kimia ke herbal dan jamu, dan lain sebagainya. Begitu pula di dalam masyarakat […]

Naskah Sunda asal Jampang Berhasil Diterjemahkan

Naskah Sunda Kuno asal Jampang/Zika Zakiya Satu naskah Sunda asal Jampang Kulon, Sukabumi, Jawa Barat, berhasil diterjemahkan oleh Dosen Ikthisar Sastra Sunda Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Indonesia, Munawar Holil. Naskah di atas kertas tipis yang menggunakan aksara Cacarakan (Sunda-Jawa) itu didapatnya dari mahasiswa Pakuan, Bogor, dan dikerjakan selama satu minggu. Dari hasil penerjemahan, diketahui […]

SD 7 – Wawacan Papatah Pranatana ka Carogé

Naskah kertas Eropa, 16 x 20 cm, 25 halaman, 6-13 baris/halaman; aksara Pégon, bahasa Sunda dan Melayu. Penomoran halaman angka Arab, menggunakan pensil.Cap Kertas: Lion in Medallion dengan tulisan CONCORDIA PESPARVAE CRESCUNTTitimangsa: Sabtu, 20 Siam/ Agustus 1882.Pemilik naskah: Muhammad Ilyas. ISI TEKS: Nasihat Sunan Solo kepada kaum wanita dalam memilih jodoh.File digital tersedia di http://opac.pnri.go.id/UploadedFile/SD007.pdf […]