Kategori: Artikel Bahasa Indonesia

Sasalad (Wabah)

Oleh Aditia Gunawan Dalam Sang Hyang Sasana Mahaguru, teks Sunda Kuno abad ke-15/16, disebutkan: Ya ta duka kunang tribwana lwaka ngaranya. Kahuruan dayeuh, burung tahun, éléh ku sasalad, larukangkang salah masa, sarba pala tan pawwah, sarba satwa añarak. Ya ta duka kunang tribwana lwaka ngaranya ma. Nihan sinangguh pañcakapataka ngaranya, ling sang pandita. “Ini yang […]

Kisah Kawung di Banten

Pohon apakah yang setiap bagiannya bermanfaat? Jawabannya adalah kawung. Bogornya digunakan untuk tiang rumah atau lumbung padi, atau barera untuk menenun; empulurnya dibuat sagu; akarnya dihadikan pecut, atau dijadikan obat untuk orang yang baru melahirkan; kawul-nya (sejenis lumut berwarna coklat) untuk bahan korek api; seratnya dijadikan tali untuk mancing; ijuknya untuk bubungan rumah atau tali […]

Catatan atas naskah-naskah Sunda (Jawa Barat)

Vivianne Sukanda-Tessier Diterjemahkan oleh Aditia Gunawan  Judul asli:  “Note sur les manuscrits soundanais (Java-Ouest)” dalam Bulletin de l’Ecole française d’Extrême-Orient. Volume 79 N°1, 1992. pp. 277-280. Kenyataan bahwa sebagian besar naskah Nusantara tidak disimpan dalam koleksi publik, melainkan dimiliki secara individu, membuktikan bahwa di Indonesia, naskah-naskah koleksi pribadi, sama halnya dengan prasasti-prasasti dan berbagai temuan […]

Sinurat Ring Merega; Tinjauan atas Kolofon Naskah Sunda Kuna

Atep Kurnia (Bergiat di Pusat Studi Sunda) Menurut hasil rekatalogisasi Holil dan Gunawan (2010), Perpustakaan Nasional mengoleksi 63 Naskah Sunda Kuna (NSK). Di samping menerakan jumlah NSK, kedua penulis itu juga melampirkan pemerian NSK yang ada di Perpusnas RI. Dari lampiran tersebut dapat diketahui ada beberapa puluh NSK yang mengandung kolofon di akhir teksnya, karena […]

Identifikasi Bahan Naskah (Daluang) Gulungan Koleksi Cagar Budaya Candi Cangkuang dengan Metode Pengamatan Langsung dan Uji Sampel di Laboratorium

Tedi Permadi (Dosen dan Peneliti di Universitas Pendidikan Indonesia) Naskah dibedakan atas adanya fisik dan kandungan teks, fisik naskah adalah medium yang mewadahi teks sebagai kandungannya (Baried, 1985: 4-5; Sudardi, 2001: 18-20; Sudjiman, 1994: 11). Medium dalam naskah dapat dibedakan pula atas dua hal, yaitu bahan dan teknik. Dalam identifikasi naskah, yang pertama kali dapat […]

PENGOBATAN TRADISIONAL DALAM KHAZANAH NASKAH SUNDA[1]

Ruhaliah[2] A.     Pendahuluan Masalah penyakit dan obat tidak pernah terlepas dari kehidupan manusia, dari yang namanya berbau tradisional hingga modern. Berbagai nama penyakit, nama obat, cara penyembuhan, berkembang terus dari masa ke masa, dari tradisional ke modern, dari modern ke tradisional, dari kimia ke herbal dan jamu, dan lain sebagainya. Begitu pula di dalam masyarakat […]

Potensi Pemaknaan Aksara Sunda Kuno melalui Naskah Bima Swarga 623

Rahmat Sopian[1] 1. Pendahuluan Naskah sebagai salah satu peninggalan masa lampau di dalamnya mengandung nilai-nilai kemanusiaan yang merupakan hasil karya, karsa, dan cipta para nenek moyang. Naskah pun dapat dianggap sebagai salah satu sumber yang memiliki otoritas dalam memberikan berbagai informasi mengenai masa lampau. Dalam hal ini yang dimaksud dengan naskah adalah peninggalan dalam bentuk […]

Sang Hyang Hayu; Sebuah Pengetahuan Tentang Kabajikan

Oleh Undang A. Darsa Fak. Sastra Universitas Padjadjaran Pengantar Manusia pada dasarnya terikat erat pada alam semesta dan memiliki pandangan akan adanya hubungan secara timbal balik dengan alam semesta. Pandangan demikian, antara lain, tampak dalam masyarakat Sunda sebagaimana digambarkan dalam salah satu teks khazanah naskah Sunda Kuno yang berjudul Sang Hyang Hayu[1]. Naskah tersebut kini […]

Menggagas Pusat Naskah Nusantara

Penulis besar Mark Twain, pernah memberikan definisi yang cukup “menggelitik” tentang arti kata “klasik”. Menurutnya, klasik (baca: buku klasik) adalah sesuatu yang “Dipuji banyak orang, tetapi tidak dibaca”. Tiba-tiba saya jadi teringat dengan Naskah (manuskrip) Nusantara yang saat ini kurang lebih gejalanya sama: “banyak orang berdecak kagum, tetapi tidak dibaca”. Pada awalnya saya berharap itu […]

Warugan Lemah: Pola Permukiman Sunda Kuna

Gunung teu beunang dilebur Lebak teu beunang diruksakLarangan teu meunang dirempakBuyut teu meunang dirobahLojor teu meunang dipotongPondok teu meunang disambungNu lain kudu dilainkeun(Pikukuh masyarakat Kanékés) PendahuluanJika orang Cina memiliki Feng-Shui, orang Sunda memiliki Warugan Lemah (selanjutnya disingkat WL). Pengetahuan tentang pola pemukiman (kampung, wilayah kota, dan umbul) masyarakat Sunda pada masa lalu ini, tertera dalam […]