Tag: Siksa Kandang Karesian

Sundalana 12: Memelihara Sunda (Bahasa, Seni, dan Sastra)

Kairaga.com – Penerbitan Buku Séri Sundalana nomor ini memusatkan perhatian pada pentingnya kegiatan menyelamatkan, memelihara, dan mengembangkan tiga di antara banyak aspek kebudayaan Sunda, yakti aspek kebahasaan, kesenian dan kesastraan. Tentu, aspek-aspek lainnya di luar bahasa, seni dan sastra tidak kurang pentingnya. Betapapun, sejauh yang dapat diikuti dalam pengalaman menerbitkan buku seri ini, para pemerhati kebudayaan Sunda yang sejauh ini berbaik hati menyumbangkan hasil pemikiran atau penelitian mereka untuk dimuat dalam buku ini pada umumnya sangat menekankan ketiga aspek tersebut. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Hubungan Manusia, Negara dan Bangsanya dalam Sanghyang Siksa Kandang Karesian

Naskah Siksa Kandang Karesian berisi sejumlah ajaran yang banyak bersumber dari ajaran agama Hindu dan Budha. Ajaran tersebut, misalnya tentang ‘etika’ atau ‘tata pergaulan’ di masyarakat. Selain itu, berisi hal-hal yang bersifat kepercayaan. Di samping moral dan etika terdapat pula keterangan-keterangan mengenai kehidupan sosial budaya pada zamannya (Suryani, 1988).

Hubungan manusia dan masyarakat menimbulkan aturan-aturan yang harus disepakati oleh semua warga masyarakat. Selain itu, ukuran baik dan buruk pun muncul berdasarkan penilaian terhadap dijalankan atau tidaknya aturan-aturan tadi. Oleh karena itu, antara aturan dengan ukuran saling berkaitan. Dalam Siksa Kandang Karesian dijelaskan bahwa masyarakat Sunda telah mampu menunjukkan dua kelompok manusia yang berlainan, yaitu kelompok orang yang berbuat baik dan kelompok orang yang berbuat jahat, serta kedua kelompok itu akan menerima akibat dari perbuatannya masing-masing; bahagia dan sengsara, sebagaimana tampak dalam teks berikut: Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0
Kairaga.com © 2017
Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com