Kairaga.com

Portal Manuskrip Sunda

Kategori: Kliping Berita – ᮊᮣᮤᮕᮤᮀ ᮘᮨᮛᮤᮒ

Seminar dan Peluncuran Program Digital Repository of Endanger and Affected Manuscript in Southeast Asia (DREAMSEA)

Reportase : Arwan Subakti

Medan Merdeka Selatan, Jakarta- Digital Repository of Endanger and Affected Manuscript in Southeast Asia (DREAMSEA) merupakan program kerjasama antara Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat PPIM UIN Jakarta dengan Pusat Pengkajian Budaya Manuskrip / Center for the study of Manuscript Culture (CSMC), Universitas Hamburg dan didukung  oleh ARCADIA, Inggris.

Acara diselenggarakan di ruang Auditorium Perpusnas lantai 2 Jl. Medan Merdeka Selatan pada hari Rabu (24/1). Turut hadir diantaranya Deputi Bidang Bengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas Ofy Sofiana, Kepala Balai Litbang Agama Jakarta Muhammad Adlin Sila, Dewan Penasihat PPIM UIN Jakarta Samhari, Kepala Pusat Litbang Lektur & Khasanah Keagamaan Kemenag M. Zein, dan undangan lainnya. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Kembalinya “Bujangga Manik”

Oleh: Atep Kurnia

Alkisah, terjadi pencurian karya bangsa Indonesia oleh perantau Inggris di negeri ini, akhir abad ke-16. Ia pulang ke negerinya awal abad ke-17, membawa dua naskah kuno dari Jawa Barat. Dialah Richard James. Bisa jadi ia ikut ekspedisi penjelajah Inggris ke Nusantara (1579-1611). Bisa jadi juga ikut berlayar Sir Francis Drake (1580) ke Pulau Jawa; atau Sir Thomas Cavendish (1587); atau ikut Sir James Lancaster (1601) ke Banten. Saat itu, mungkin ia memperoleh naskah.

Kedua naskah, Rasacarita dan Bujangga Manik, diserahkan Andrew James (kakak Richard) ke Perpustakaan Bodleian, Oxford, Inggris, tahun 1627. Adik bungsu Andrew, Thomas James (1574-1629), pustakawan pertama Perpustakaan Bodleian. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

“Guna Ompoy”, Kuliner dalam Naskah Sunda Kuno


Oleh: ATEP KURNIA; peneliti literasi, bergiat di Pusat Studi Sunda (PSS)

Ada dua rekaman mengenai berbagai jenis kuliner dalam naskah Sunda. Keduanya, naskah Sanghyang Siksakandang Karesian (Kropak 630) dan Sanghyang Swawarcinta (Kropak 626). Dalam Sanghyang Siksakandang Karesian yang diteliti Salah Danasasmita, dkk. dan diterbitkan Sundanologi (1987), itu mengenalkan kita kepada beberapa klasifikasi kuliner yang umum diolah dan dihidangkan pada masa Sunda kuno.

Sarwa Iwiraning olahan ma; nyupar-nyapir, raramandi, nyocobék, nyopong konéng, nyanglarkeun, nyaréngséng, nyeuseungit, nyayang ku pedes, beubeuleman, panggangan, kakasian, hahanyangan, rarameusan, diruruum, amis-amis; singsawatek kaolahan, hareup catra tanya (Segala maccam masakan, seperti: nyupa-nyupir, raramandi, nyocobék, nyopong konéng, nyanglarkeun, nyeuseungit, nyayang ku pedas, beubeuleuman, papanggangan, kakasian, hahanyangan, raramesan, diruum diamis-amis; segala masam masakan, tanyalah hareup catra).” Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Penjaga Naskah Kuno Situ Ciburuy, Raih Penghargaan

Tulisan ini adalah arsip cadangan, sebelumnya telah dimuat pada laman Kabarpriangan.co.id.

Nana Suryana, penjaga naskah kuno situs Kabuyutan Ciburuy

NANA Suryana, penjaga Situs Kabuyutan Ciburuy, Desa Pamalayan, Kecamatan Bayongbong, mendapatkan Penghargaan Nugraha Jasadharma Pustaloka dari Perpustakaan Nasional RI.

Nana dianggap berhasil melestarikan naskah kuno sehingga masih terpelihara sampai saat ini.

“Alhamdulillah, saya mendapatkan penghargaan dari Perpustakaan Nasional RI yaitu Penghargaan Nugraha Jasadharma Pustaloka dengan kategori pelestari naskah kuno terbaik. Ini suatu kebanggan bagi saya dan para penjaga Situs Kabuyutan Ciburuy,” ujar Nana saat ditemui di kawasan Situs Kabuyutan Ciburuy, Kamis (14/9/2017). Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Naskah Sunda Kuno Berceceran di Masyarakat

Tulisan ini adalah arsip cadangan, sebelumnya telah dimuat di laman Kompas.com tanggal 20 Juli 2012.

BANDUNG, KOMPAS.com — Naskah Sunda kuno yang berisi berbagai petunjuk kehidupan mulai dari tradisi, nilai-nilai hingga tata cara bercocok tanam banyak berceceran di masyarakat. Keluarga pewaris biasanya tidak bisa menterjemahkan tulisan-tulisan terutama yang tertera dalam daun nipah, sehingga warisan leluhur itu dibiarkan lapuk dimakan usia.

Hal itu diungkapkan sejumlah peneliti dari Institut Budaya Sunda (Ibu Sunda) Jumat (20/7/2012) di Bandung, Jawa Barat. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0

Naskah Kuno, Harta Karun yang Terancam

Tulisan ini adalah arsip cadangan, sebelumnya dimuat pada CNN Indonesia tanggal 4 Juli 2017.

Naskah kuno di Perpustakaan Nasional. (Foto: Ari Saputra/Detikcom)

Bandung, CNN Indonesia — Naskah Sunda kuno merupakan salah satu aset nasional yang berisi tentang pengetahuan budaya nenek moyang masyarakat lokal. Hingga saat ini penelitian dan informasi tentang naskah kuno itu sendiri masih rendah karena kurangnya orang yang berkecimpung dalam hal ini.

Keberadaan naskah Sunda kuno saat ini tersebar di masyarakat, museum-museum, maupun perpustakaan nasional. Namun saat ini kondisi dari naskah Sunda kuno yang tersebar di masyarakat dalam keadaan rusak dan tidak terpelihara dengan baik. Lanjutkan membaca...

Ikuti dan bagikan:
0
Kairaga.com © 2018