Apa Bedanya Terjemahan dan Transliterasi?

Dalam artikel Kairaga.com yang membahas tentang alih aksara atau konversi aksara Sunda otomatis, banyak netizen yang meminta bantuan agar namanya “di-translet” atau “di-translate”, bahkan “diterjemahkan” dari aksara Latin ke dalam aksara Sunda. Sepertinya tidak ada masalah bukan? ya, mungkin karena pada umumnya orang menganggap kata “translate” adalah “mengganti” aksara? Padahal, penggunaan kata translate untuk mengubah sistem tulisan (aksara) tidak tepat.

Translate atau ‘translet‘ lebih tepatnya mengubah bahasa, dengan kata lain yaitu terjemahan. Dalam bahasa Inggris disebut translation. Menurut KBBI: ter.je.mah.an berupa nomina, yaitu salinan bahasa; alih bahasa (dari suatu bahasa ke bahasa lain), hasil menerjemahkan. Contoh terjemahan misalnya dari bahasa Inggris (sumber), menjadi bahasa Indonesia (sasaran). Jadi, translate atau “translet” berhubungan dengan bahasa, bukan aksara.

Lalu, apa sebutan untuk mengganti aksara? Istilah yang tepat adalah transliterasi. Dalam bahasa Inggris disebut transliteration. Menurut KBBI: trans.li.te.ra.si /translitêrasi/ berupa nomina, yaitu penyalinan dengan penggantian huruf dari abjad yang satu ke abjad yang lain. Contohnya, untuk mengetahui sastra Melayu Klasik lebih mendalam, perlu dilakukan –transliterasi– dari tulisan Arab Melayu ke dalam tulisan Latin. Istilah ini juga biasa disebut sebagai alih aksara. Jadi, transliterasi atau alih aksara berhubungan dengan aksara, bukan bahasa.

Jika ingin mengganti aksara Latin ke aksara Sunda, atau sebaliknya, berarti melakukan upaya transliterasi atau alih aksara, dan bukan menerjemahkan. Lihat perbandingannya di tabel berikut ini

Nah, semoga kita semakin paham mengenai istilah yang serupa tapi tidak sama ini. Ingat, jangan sampai salah lagi menggunakan istilah ya. 😉

1 Comment

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.