Manuskrip Ogan Komering Ilir: Ilmu Lughoh Arab Itu Fardhu

Beberapa waktu lalu saya membaca manuskrip kuno aksara Jawi dari Sumatera Selatan yang isinya sangat relevan dengan bidang studi yang sedang saya geluti. Manuskrip ini berisi tentang betapa pentingnya mempelajari bahasa Arab untuk memperdalam ilmu agama Islam.

Manuskrip ini terdapat pada situs DREAMSEA, yang menjadi salah satu situs pusat kumpulan manuskrip kuno dengan berbagai bahasa. Setelah lama mencari manuskrip, akhirnya saya menemukan manuskrip yang cukup penting sebagai tips untuk memperdalam ilmu agama Islam. Manuskrip ini diberi judul dalam katalog sebagai “Arabic-Malay Dictionary” atau ‘kamus bahasa Arab-Melayu’.

Manuskrip digital ini diberi nomor DS 0003 00009 dalam situs Repositori DREAMSEA (http://dreamsea.co/repository), berasal dari koleksi pribadi Ibrahim (Private Collection of Ibrahim) di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Alas tulis menggunakan kertas Eropa dengan ukuran kertas 24 x 18 cm dan ukuran ruang tulis 16 x 12 cm.

Keadaan kertas yang hampir lapuk tapi terlihat masih bersih dan sangat jelas dibaca. Tinta berwarna hitam digunakan untuk menulis teks berbahasa Melayu, dan teks berbahasa Arab menggunakan tinta berwarna merah cerah. Teks ditulis pada 59 halaman dan terdapat beberapa halaman yang kosong.

Manuskrip ini memiliki kekurangan, yaitu masih banyak huruf yang letak titiknya tidak tepat dan juga ada yang menghilang, sehingga menjadi kesulitan tersendiri dalam menganalisanya. Dalam deskripsinya, manuskrip ini ditulis antara tahun 1925 sampai dengan 1935 dengan topik linguistik. Penulisan atau penyalinan teks manuskrip diketahui dari Mekkah namun tanpa diketahui penulis atau penyalinnya.

Jika dicermati, manuskrip ini membahas mengenai pentingnya mempelajari bahasa Arab. Sebab, bahasa Arab merupakan bahasa yang harus dipelajari oleh kaum muslimin untuk mempermudah memperdalam ilmu agama Islam. Dari manuskrip ini disebutkan bahwa dalam hadits juga diwajibkan untuk belajar bahasa Arab sebagai sarana umum untuk mempelajari ilmu syari’at, kitab-kitab, dan juga Al-Qur’an. Bahkan diriwayatkan dalam hadits shahih bahwa belajar bahasa Arab itu wajib seperti wajibnya ibadah shalat lima waktu.

Keharusan akan belajar Bahasa Arab ini dikarenakan sebagian besar pedoman dan kitab umat Muslim berbahasa Arab. Hal ini dimaksudkan agar para muslimin paham dan mengerti akan makna yang dikandung dalam kitab-kitab ilmu keislaman.

Berikut ini disajikan kutipan alih aksara dari dua halaman awal manuskrip:

Bismillāhirrahmānirrahīm

Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn hamdan yuwāfī ni’amahu wa yukāfīu mazīd

āh wasshalātu wassalāmu ‘alā sayyidinā Muhammad wa ‘alā ālihī wa shahbihī wa sallim wa ba’du, kemudian daripada itu maka bahwasannya menuntut ilmu lughoh Arab itu fardhu sebab segala ilmu syar’i yang wajib dituntut bahwasannya segala kitab-kitab itu aslinya dengan bahasa Arab maka dari itu menjadi wajib menuntut ilmu lughoh Arab, sebab ia menjadi lantaran bagi ilmu syari’at bermula dalilnya dari kitab Syarah Maqsur:

Inna ‘ulūma al ‘arabiyyah wa sīlatun ilā al ‘ulūmi asy syar’iyyah

Artinya: bahwasannya ilmu lughoh Arab lantaran pada segala ilmu syariat ada dan dalilnya pula dari kita Mustholah Al Qomus:  

Qōla al Jalālus Suyūṭī “inna ‘ilma al lughati minad dīni li annahu min furūḍi al kifāyati iż bihi tu’rafu ma’ānī al fāẓi al Qur’āni was Sunnati”

Artinya: telah berkata Syeikh Sayuti bahwasannya ilmu lughoh Arab terbilang ia daripada agama karena ia daripada fardhu kifayah sebab dengan dia boleh dapat diketahui akan segala makna Qur’an dan Hadits:

Wa kāna ‘umara raḍiya Allahu ‘anhu yaqūlu “lā yuhtammu al Qur’āni illa ‘ālimun bil lughati”

Artinya: berkata Sayyidina Umar r.a “jangan membaca Qur’an melainkan orang yang mengerti lughoh Arab.

Wa qāla ba’ḍu ahlil ‘ālimi hifẓul lughāti ‘alainā farḍun ka hifẓi as ṣalāti falaysa yuhfaẓu dīnun illā bihifẓil lughāti

Artinya: telah berkata setengah daripada ulama bermula mendapatkan pengertian ilmu lughoh Arab atas kita bahwa itu fardu seperti fardu mengerjakan sembayang sebab tiada boleh dapat terpelihara akan perkara agama melainkan dengan pendapatan ilmu lughoh Arab adanya sebagai lagi segala kitab-kitab yang mengartikan segala lughoh Arab adalah amat besar kitabnya babnya seperti kitab kamus dan kitab sihah dan harganya dimengertikan dengan bahasa Arab pula maka dari itu menjadi sukar artinya yang belum mengerti Bahasa Arab akan buat mendapatkan artinya segala lughoh yang ada di dalam kitab-kitab itu.

Updated: 25 Juli 2022 — 13:54

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.