Manuskrip Banten: Sikap Sabar dan Penyayang Adalah Kunci Kebenaran

Dalam film petualangan kita pernah melihat terdapat ahli sejarawan yang dengan serius mencari fosil atau potongan teks kuno. Dalam film, biasanya diceritakan bahwa teks-teks kuno menyimpan informasi tentang bagaimana menguasai dunia dengan ilmu tertentu. Barangkali kisah dalam film seperti itu terlihat seperti sekadar khayalan. Namun pada kenyataannya, teks dan manuskrip kuno menyimpan informasi dan ilmu temuan orang zaman dahulu yang sangat mengejutkan.

Manuskrip dari zaman Mesir kuno merupakan salah satu manuskrip yang sangat diminati oleh para pakar filologi. Seorang filolog adalah orang yang melakukan transliterasi dan penerjemahan teks-teks kuno agar informasi yang dikandung di dalamnya dapat bermanfaat bagi umat manusia masa kini.

Manuskrip dan teks kuno dengan informasi menarik tentang peradaban di masa lampau tidak hanya ditemukan di Mesir saja, melainkan nusantara juga. Jarang yang mengetahui bahwa Indonesia juga menyimpan berjuta kisah menarik dalam setiap tulisan pada kertas-kertas tua itu. Di dalamnya terdapat kisah tentang kerajaan-kerajaan kuno di Nusantara, bagaimana agama Islam tersebar dan bagaimana terjadinya perdagangan internasional di Nusantara.

Pada artikel ini, kami akan memberikan sedikit ulasan tentang apa yang dikandung oleh salah satu manuskrip kuno Nusantara yang telah kami baca. Kami menemukan satu manuskrip Nusantara menarik yang disediakan dalam halaman web Kementrian Agama Republik Indonesia. Naskah ini ditemukan di desa Lempuyang, Serang Banten dan merupakan koleksi pribadi dari seorang ustadz bernama Kholid.

Naskah berbahasa Arab ini ditulis dengan khat naskhi menggunakan tinta hitam. Naskah berukuran 14 x 8 cm, ditulis di atas alas kertas HVS bergaris. Naskah ini tidak memiliki nomor halaman, kata alihan, iluminasi, dan ilustrasi yang berhubungan dengan teks. Isi teks dari naskah ini kemungkinan merupakan kumpulan beberapa pembahasan dan ada kemungkinan juga naskah ini terlepas dari pembahasan sebelumnya.

Teks ditulis dalam aksara dan bahasa Arab namun ternyata penulisnya merupakan orang Indonesia asli. Masnukrip asal Banten itu menunjukan kekentalan penyebaran agama Islam di Jawa bagian barat, terutama Banten dan sekitarnya. Hal ini menunjukan fakta unik, bahwa warga Nusantara mungkin telah terbiasa dengan penggunaan bahasa asing (Arab) dan dapat dengan mudah menguasainya.

Dalam teks manuskrip itu, dimuat informasi tentang bagaimana penulis memandang nilai-nilai Islam seharusnya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, penulis dari naskah kuno itu juga mengutip beberapa ayat Al-Qur’an dan syair yang berkaitan dengan akhlak.

Salah satu penggalan penerjemahan teks kuno itu ialah “Dikatakan dalam sebuah sya’ir: bersabarlah dan janganlah terburu-buru terhadap sesuatu yang engkau inginkan. Dan jadilah seorang yang penyayang kepada ciptaan yang Maha Pengasih dengan simpati. Dan barang siapa yang bersabar dalam kesulitan maka ia adalah orang sabar, dan jika ia tidak sabaran maka ia telah berbuat kesalahan.”

Penggalan itu menunjukan antusias tinggi dari penulis teks kuno di masa lampau terhadap nilai-nilai keislaman. Penulis naskah itu seolah meyakini bahwa sikap sabar dan penyayang merupakan kunci dari kebenaran, karena tanpa keduanya, maka hilanglah esensi kebenaran itu.

Demikianlah sedikit ulasan tentang apa yang dikandung oleh salah satu manuskrip Nusantara. Teks-teks kuno Nusantara tentu saja masih menyimpan kisah unik, bahkan dapat jadi mengandung suatu ilmu atau pemahaman yang mengejutkan bagi manusia moderen.

Updated: 4 Agustus 2022 — 10:48

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.