AKSARA FEST 2022, Gerakan Nyata Melestarikan Aksara

Dalam rangka memperingati Hari Aksara Internasional tanggal 8 September, Komunitas Jatinangor Aksara Sunda (JAS) dan Literasi Aksara Sunda melakukan kerjasama dengan Rumah Baca Eureka, Mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris UIN Sunan Gunung Djati Bandung, serta Ikatan Remaja Masjid An-Najah dalam kegiatan bertajuk “Aksara Fest 2022”. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu 11 September 2022 di Taman Arboretum Komplek Taman Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Aksara Fest 2022 merupakan kegiatan rutin tahunan ketiga yang diadakan oleh Rumah Baca Eureka. Berbeda dengan kegiatan-kegiatan sebelumnya, Aksara Fest kali ini hadir dengan suasana baru pasca Pandemi Covid-19.

Dalam kegiatan aksara fest 2022, ada berbagai kegiatan yang dilaksanakan. Di antaranya belajar aksara Sunda bersama komunitas Jatinangor Aksara Sunda serta Literasi Aksara Sunda. Belajar simbol fonetis (phonetic Symbol)bersama mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Belajar Bahasa Arab bersama Irmas An-Najah. Jumlah peserta yang hadir kurang lebih ada 50 peserta, yang terdiri dari anak sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas dan mahasiswa.

Kegiatan dimulai tepat pukul 10.00 WIB yang diawali dengan sambutan dari Pengelola Rumah Baca Eureka, Teh Muri Iryanti. Dalam sambutannya, Teh Muri menyampaikan bahwa sangat bahagia dan bangga dengan diadakannya kegiatan tersebut. Terlebih begitu banyak dukungan dan apresiasi dari berbagai pihak, serta antusias para peserta yang sangat tinggi dan layak untuk dipertahankan.

Selain itu, Bapak Drs. Dodo Sudrajat, M., M. Pd. Selaku Ketua Bidang Pendidikan RW 22 Komplek Taman Cileunyi Desa Cileunyi Kulon, menyampaikan bahwa beliau dahulu semasa Sekolah Dasar pernah belajar aksara Sunda. Menurutnya, jika aksara tersebut tidak dimumulé (dilestarikan) yakin akan hilang.

“Jangankan aksara, bahasa juga kalau tidak dimumulé akan hilang. Salah satu penyebabnya adalah karena perkawinan campuran (Sunda dengan Non-Sunda), kemudian anak-anaknya diajarkan bahasa Indonesia. Ketika bergaul memakai bahasa Indonesia. Maka dari itu, ayo kita mumulé (lestarikan bahasa) pun aksaranya.” pungkasnya dengan lugas.

Ketua RW 22 Cileunyi, Bapak Ukon Jamiat, S. E., saat membuka Aksara Fest 2022 secara resmi, juga menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk lingkungan RW tersebut. Kebiasaan menulis aksara Sunda juga sudah jarang dilakukan. Maka dari itu ia sangat mengapresiasi kegiatan yang bermanfaat untuk masa yang akan datang.

Setelah acara resmi dibuka, ada penyerahan simbolis donasi uang dan 165 eksemplar buku (pelajaran, fiksi, non fiksi) dari saranghaeo.com yang merupakan komunitas pencinta Korea dalam rangka memperingai hari aksara Internasional kepada Rumah Baca Eureka.

Kegitan dilanjutkan dengan belajar aksara Sunda yang dipandu oleh Akang dan Teteh dari Komunitas Jatinangor Aksara Sunda dan Literasi Aksara Sunda. Dari keseluruhan peserta yang hadir, hampir 90% sama sekali belum pernah belajar aksara Sunda. Namun tentu ada juga beberapa orang yang sudah pernah belajar aksara Sunda di sekolah, baik itu semasa mereka SD, SMP atau SMA. Antusias peserta saat belajar aksara Sunda sangat tinggi, terlihat dari semangatnya dalam mengikuti pembelajaran dan saat berani ke depan untuk menulis aksara Sunda.

Setelah Asyik belajar aksara Sunda, dilanjutkan dengan belajar bahasa Inggris tentang simbol fonetis (phonetic symbol) bersama Teteh-teteh Mahasiswa Bahasa dan Sasatra Inggris UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan belajar kosa kata Bahasa Arab sederhana bersama Teteh-Teteh Ikatan Remaja Masjid An-Najah Cileunyi. Untuk mengatasi kejenuhan dari para peserta, setiap pergantian materi diselingi dengan bermain games interaktif.

Kegiatan Aksara Fest 2022 selesai tepat pukul 13.00 WIB yang diakhiri dengan sesi foto bersama antara para peserta, pemateri dari komunitas, serta panitia juga pembagian snack kepada para peserta yang hadir mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir acara.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti hanya dilakukan sekali ini saja, namun bisa berlanjut menjadi kegiatan rutin. Entah itu sebulan sekali atau dua bulan sekali dan bisa mengajak lebih banyak teman-teman atau komunitas lain juga untuk bergabung dan bekerjasama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.