Resmi, Bahasa Sunda Kuno Terdaftar di ISO 639-3

Bahasa Sunda kuno secara resmi telah diakui dalam ISO 639-3 sejak tanggal 15 Januari 2021. Kode tiga huruf untuk bahasa Sunda kuno adalah osn atau ‘Old Sundanese’ (https://iso639-3.sil.org/code/osn). Pendaftaran bahasa Sunda kuno ke dalam ISO diupayakan oleh Arlo Griffiths (EFEO) nomor dokumen 2020-013, dengan dukungan dari Nathan Hill (SOAS), Aditia Gunawan (Perpusnas RI), Tom Hoogervorst (KITLV), Tom Elliott (ISAW), dan Paul Sidwell (University of Sydney).

ISO 639-3 dimaksudkan untuk digunakan sebagai kode metadata dalam berbagai aplikasi. Standar ini banyak digunakan di komputer dan sistem informasi, seperti internet yang memerlukan dukungan berbagai bahasa. Dalam arsip dan penyimpanan informasi lainnya, standari ini digunakan dalam sistem katalog untuk menunjukkan bahasa apa yang digunakan atau mengenai sumber data yang dimaksud. Kode-kode tersebut juga sering digunakan dalam literatur linguistik dan di tempat lain sebagai pembeda, dan menghindari keambiguan.

Kode bahasa Sunda kuno di ISO menjadi standar identifikasi bahasa yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan secara luas. Dalam tahapan praktis, misalnya, penggunaan kode osn dalam pemorgraman komputer menjadi pembeda bahasa Sunda kuno dengan bahasa Sunda modern dengan kode sun dalam penyortiran metadata. Demikian juga dapat dibedakan dengan kode bahasa Sunda dialek Baduy yang telah diidentifikasi dengan kode bac. Kode pembeda ini penting untuk menunjukkan beberapa properti yang lebih rinci tentang kondisi bahasa yang dimaksud.

Contoh yang cukup baik penerapan kode bahasa dalam ISO 639-3 antara lain dalam Wikipedia multi bahasa. Di Indonesia, selain bahasa nasional, ada beberapa situs Wikipedia yang menggunakan bahasa daerah. Untuk membuka situs dengan bahasa yang berbeda digunakan kode ISO 639-2 atau ISO 639-3. Misalnya id untuk bahasa Indonesia (http://id.wikipedia.org), su untuk bahasa Sunda (http://su.wikipedia.org), jv untuk bahasa Jawa (http://jv.wikipedia.org), bms untuk bahasa Jawa Banyumasan (http://bms.wikipedia.org), atau ban untuk bahasa Bali (http://ban.wikipedia.org).

Dengan terdaftarnya bahasa Sunda kuno dalam ISO 639-3, memungkinkan penerapan identitas bahasa yang lebih akurat dalam berbagai keperluan, terutama pemanfaatan dan pengembangan teknologi informasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.