Menulis Nama dengan Aksara Sunda

Kairaga.com Untuk menuliskan nama dengan aksara Sunda, sesungguhnya tidak begitu sulit. Namun demikian ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan. Hal yang utama yang harus diperhatikan dalam penulisan aksara Sunda adalah sistem ejaan yang berbeda dengan aksara Latin. Aksara Sunda ditulis dengan sistem silabik (satu huruf, satu suku kata), sedangkan aksara Latin menggunakan sistem fonetik (satu huruf, satu suara). Contohnya untuk menulis nama yang dibaca “Nala” dalam aksara Sunda cukup dituliskan dengan dua aksara yaitu “ᮔᮜ”, sedangkan dengan aksara Latin ditulis dengan empat aksara yaitu “Nala”. Lanjutkan membaca...

Wawacan Surya Ningrat (buku)

Judul : Wawacan Surya Ningrat
Alih Aksara: Dedi Koswara & Nanin Nurnaningsih
Penerbit: CV Mughni Sejahtera (Bandung)
Tahun terbit: 2009
Jml. Halaman: viii+192

Kairaga.com — Wawacan Surya Ningrat bercerita tentang seorang raja yang bernama Dhuryan yang ingin mempersunting gadis bernama Ratna Ningrum, anaknya Patih Salyanegara dari negeri Dursellan. Ratna Ningrum tidak mau diperistri oleh Raja Dhuryan, menolak lamaran yang telah disampaikan kepadanya, sampai akhirnya Ratna Ningrum pergi meningalkan negeri untuk mengembara. Lanjutkan membaca...

Naskah Sunda Kuno Berceceran di Masyarakat

Tulisan ini adalah arsip cadangan, sebelumnya telah dimuat di laman Kompas.com tanggal 20 Juli 2012.

BANDUNG, KOMPAS.com — Naskah Sunda kuno yang berisi berbagai petunjuk kehidupan mulai dari tradisi, nilai-nilai hingga tata cara bercocok tanam banyak berceceran di masyarakat. Keluarga pewaris biasanya tidak bisa menterjemahkan tulisan-tulisan terutama yang tertera dalam daun nipah, sehingga warisan leluhur itu dibiarkan lapuk dimakan usia.

Hal itu diungkapkan sejumlah peneliti dari Institut Budaya Sunda (Ibu Sunda) Jumat (20/7/2012) di Bandung, Jawa Barat. Lanjutkan membaca...

Naskah Kuno, Harta Karun yang Terancam

Tulisan ini adalah arsip cadangan, sebelumnya dimuat pada CNN Indonesia tanggal 4 Juli 2017.

Naskah kuno di Perpustakaan Nasional. (Foto: Ari Saputra/Detikcom)

Bandung, CNN Indonesia — Naskah Sunda kuno merupakan salah satu aset nasional yang berisi tentang pengetahuan budaya nenek moyang masyarakat lokal. Hingga saat ini penelitian dan informasi tentang naskah kuno itu sendiri masih rendah karena kurangnya orang yang berkecimpung dalam hal ini.

Keberadaan naskah Sunda kuno saat ini tersebar di masyarakat, museum-museum, maupun perpustakaan nasional. Namun saat ini kondisi dari naskah Sunda kuno yang tersebar di masyarakat dalam keadaan rusak dan tidak terpelihara dengan baik. Lanjutkan membaca...

SASTRA RITUAL, Wawacan Batara Kala, Wawacan Sulanjana

Judul: SASTRA RITUAL, Wawacan Batara Kala, Wawacan Sulanjana
Penyusun: Dr. Kalsum, M.Hum & Dra. Etti Rochaeti S., M.Hum.
Penerbit: Dunia Pustaka Jaya
Tahun: 2005
Jml Halaman: 104

Kairaga.com — Wawacan Batara Kala (WBK) dan Wawacan Sulanjana (WS) adalah karya sastra lama yang pada jalam dahulu dikenal dalam kehidupan masyarakat Sunda. Karya sastra yang pada awalnya berupa sastra lisan ini memiliki fungsi khusus untuk ritual dalam kehidupan masyarakat Sunda. WBK berfungsi sebagai sarana upacara ngaruat (penolak malapetaka) dan WS sebagai sarana upacara pemuliaan (penanaman) padi. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan agama yang dianut masyarakat Sunda, fungsi serta peran WBK dan WS semakin pudar dan nyaris punah; tentu suatu saat akan punah tak berbekas karena kedua ritual tersebut sudah tidak akan dilakukan lagi. Lanjutkan membaca...

Sakola Aksara Sunda, Diajar bari Ulin, Ulin bari Diajar

Dimuat dina Galura Minggu 1 April 2017

Saptu, 1 April 2017, pasosoré sabada asar, di Alun-alun Bandung. Sababaraha nonoman nu dariuk ngariung ngawangun buleudan. Nyanghareupan papan préséntasi. Témbong deuih nu keur nerangkeun pangajaran. Daria pisan katempona téh. Teu kapangaruhan ku kaayaan alun-alun nu ramé ku nu arulin dina amparan jukut sintétis.

Keur naraon para nonoman bieu téh? Singhoréng keur miluan Sakola Aksara Sunda nu dilaksanakeun ku Daya Mahasiswa Sunda (DAMAS), Ikatan Mahasiswa Siliwangi AMS, jeung Taman Bacaan Masarakat (TBM) Cibungur. “Sakola Aksara Sunda,” ceuk Hayati Mayang Arum, salah saurang aktivis Sakola Aksara Sunda. Lanjutkan membaca...

Kairaga.com © 2018
Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com